INDONESIA NEWS. Powered by Blogger.
Latest Post
Showing posts with label I-NEWS KITA. Show all posts
Showing posts with label I-NEWS KITA. Show all posts

Pecah Kongsi Lagi, Begini Kisruh Garuda Indonesia-Sriwijaya Air

Written By habarborneo | Friday, 8 November 2019


Jakarta-Perusahaan maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air kembali pecah kongsi. Direktur Teknik dan Layanan Garuda Iwan Joeniarto menginformasikan bahwa Sriwijaya Air tidak lagi tergabung dengan Garuda Indonesia Group. 

"Dengan berat hati, kami menginformasikan bahwa Sriwijaya melanjutkan bisnisnya sendiri,” kata Iwan Joeniarto dalam keterangan tertulis pada Kamis, 7 November 2019.

Adanya pemberitahuan ini sekaligus menandai bahwa hubungan Sriwijaya Group dan Garuda Indonesia Group, yang sebelumnya berstatus kerja sama manajemen atau KSM, kembali menjadi business to business (B to B). 


Buyarnya hubungan Sriwijaya dan maskapai pelat merah ini bukan yang pertama kali terjadi. Pada September lalu, kerja sama keduanya sudah lebih dulu retak. Namun, sempat rujuk.

Dihimpun Tempo, berikut ini lika-liku retaknya hubungan Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group.


Oktober 2018,Sriwijaya Air melaporkan beban utang perusahaan kepada BUMN yang membengkak. Utang mereka kepada PT Pertamina (Persero) Rp 942 miliar, PT GMF AeroAsia Tbk Rp 810 miliar, PT Bank Negara Indonesia Rp 585 miliar, PT Angkasa Pura II (Persero) Rp 80 miliar, PT Angkasa Pura I (Persero) Rp 50 miliar. Total utang manajemen Sriwijaya Air kala itu disebut tiga kali lipat lebih banyak dari aset. 


November 2018, Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia Group meneken kerja sama operasi atau KSO, yang selanjutnya berubah menjdi kerja sama manajemen atau KSM. Garuda Indonesia Group mengirim perwakilannya untuk menempati beberapa kursi strategis di Sriwijaya Air. 


Desember 2018, tim Garuda Indonesia Group mencatat kas Sriwijaya Air rugi Rp 1,2 triliun.
Januari 2019, manajemen Garuda Indonesia Group mencatatkan keuntungan pengoperasian Sriwijaya Air Rp 36 miliar.
Februari 2019, Sriwijaya Air mencatatkan keuntungan Rp 17 miliar, Garuda Indonesia Group melakukan penyesuaian gaji untuk karyawan Sriwijaya Air. 


Maret 2019, pemegang saham dan komisaris Sriwijaya Air menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa atau RUPSLB tanpa pemberitahuan ke direksi. RUPSLB menghasilkan keputusan mengubah anggaran dasar rumah tangga yang isinya membatasi kewenangan direksi. Pada saat itu juga, Sriwijaya Air membukukan untung Rp 20 miliar.
Juni 2019, akta RUPBLB pada Maret keluar
Juli 2019, Komisaris Sriwijaya Air Ari Akshara dan Direktur Sriwijaya Air Julaindra Nurtjahjo mundur karena rangkap jabatan di Garuda Indonesia Group.


Agustus 2019, pemegang saham mengangkat Jenderal (Purn) Jusuf Manggabarani sebagai komisaris utama dan RA Tampubolon sebagai Direktur Legal dan Kepatuhan. Sriwijaya Air juga mengangkat pelaksana tugas dan harian sehingga terjadi dualisme kepemimpinan. Saat itu, Garuda Indonesia Group menyatakan keberatan.
24 September 2019, GMF mencabut lima mesin di pesawat Sriwijaya Air.


25 September 2019, Direktur Utama Sriwijaya Air Joseph Saul mundur karena ada dualisme kepemimpinan. Kemenhub mengangkat Jefferson I Jauwena sebagai key person. Ia menjadi Plt Dirut Sriwijaya Air. Berbarengan dengan itu, Garuda Indonesia Group mencabut semua logonya di pesawat Sriwijaya Air dan Nam Air. 


29 September 2019, Direktur Quality, Safety, dan Security PT Sriwijaya Air Toto Soebandoro menyurati pemegang saham untuk menghentikan pengoperasian sementara pesawat Sriwijaya karena tidak layak terbang.


30 September 2019, dua direktur Sriwijaya Air mengundurkan diri karena surat soal keamanan operasional armada tidak digubris. Bersamaan dengan itu, pemegang saham Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia rapat dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN. 


1 Oktober 2019, Sriwijaya Air Group dan Garuda Indonesia Group rujuk.
7 November 2019, Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group pecah kongsi lagi. Maskapai pelat merah memberikan keterangan tertulis bahwa Sriwijaya Air telah memutuskan tidak lagi tergabung dengan manajemennya. 


Sumber: Wawancara | MAJALAH TEMPO

4 Kabupaten dan Kota di Kalsel Masuk Program 100 Smart City

PROGRAM 100 Smart City telah dicanangkan pemerintah pusat sejak tahun 2017 lalu. Di tahun tersebut ditunjuk 25 kota dan kabupaten se-Indonesia yang dinilai bisa mengimplementasikan smart city.

PROGRAM tersebut dilanjutkan lagi di tahun 2018. Saat itu, pemerintah pusat menujuk 50 kabupaten dan kota di Indonesia untuk melaksanakan program smart city. Dari lima puluh kabupaten dan kota terpilih itu, dua diantaranya adalah Pemkot Banjarmasin dan Pemkot Banjarbaru.

Di tahun 2019 ini, program 100 smart city itu kembali dilanjutkan pemerintah pusat.
Ada dua puluh lima kabupaten dan kota yang kembali dinobatkan melaksanakan program tersebut, dua diantaranya adalah Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tabalong.


Sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada dua puluh lima kabupaten dan kota itu, mereka kemudian diberikan penghargaan, yang diserahkan langsung oleh Menteri Kominfo RI Johnny G Plate.

Dengan masuknya Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tabalong dalam gerakan 100 smart city Indonesia, maka di Kalsel saat ini ada 4 daerah yang melaksanakan program 100 Smart City.

Johnny G Plate dalam arahannya, saat pencanangan program 100 Smart City Tahun 2019, berpesan agar kabupaten dan kota yang telah melaksanakan program 100 Smart City untuk melakukan akselerasi dan memastikan road map kota cerdas menjurus kepada pelayanan yang lebih baik, dan berujung kepada partisipasi serta keiikutsertaan masyarakat di dalam pembangunan bangsa dan negara.

Ia juga berharap agar masukan-masukan yang didapat dalam kegiatan pencanangan Gerakan Menuju 100 Smart City 2019 dapat dibawa ke daerah masing-masing dan dipergunakan untuk kemakmuran masyarakat.

“Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh peserta pada kegiatan ini. Pertemuan-pertemuan seperti ini banyak manfaatnya, semua diskusi di forum-forum adalah untuk memberikan masukan-masukan yang diharapkan dapat dibawa ke kabupaten atau kota,” pungkasnya.(jejakrekam)

Mereka yang Akan Gabung ke Partai Gelora

Written By habarborneo | Thursday, 7 November 2019


Jakarta - Partai Gelora Indonesia tengah mempersiapkan acara deklarasi resmi. Senin lalu, para penggagas partai baru ini telah mendatangi notaris untuk mengurus akta pendirian perkumpulan, agar selanjutnya bisa mendapatkan status badan hukum partai dari Kementerian Hukum dan HAM.
Mayoritas penggagas partai ini adalah eks pimpinan PKS, seperti Anis Matta, Fahri Hamzah, Mahfudz Siddiq, Rofi Munawar, dan Achmad Rilyadi. "Deklarasi akan dilakukan jika semua aspek kelengkapannya sudah siap dan selesai semua. Kalau kelahiran Gelora Indonesia sudah pada 28 Oktober lalu, bertepatan Hari Sumpah Pemuda," ujar Mahfudz Siddiq saat dihubungi Tempo pada Rabu malam, 6 November 2019.
Selain eks kader, sejumlah kader PKS pun disebut akan merapat ke bakal partai baru ini. Mereka adalah Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi dan bekas Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana. "Mereka bagian dari pendiri," ujar Mahfudz.
Selain eks dan kader PKS, adapula Politikus Partai Demokrat, Deddy Mizwar yang disebut telah siap loncat pagar dan bergabung dengan Partai Gelora Indonesia.

Fahri Hamzah sebelumnya menargetkan partai ini ikut serta mendukung paslon dalam Pilkada 2020. Sebab, ujar Fahri, banyak di antara para inisiator partai ini merupakan kepala daerah inkumben atau orang yang punya peluang jadi kepala daerah. Fahri menyebut nama Hadi Mulyadi dan Triwisaksana sebagai calon kepala daerah inkumben atau orang yang punya peluang didukung Partai Gelora menjadi kepala daerah pada Pilkada 2020 mendatang.
Saat dikonfirmasi, Triwisaksana meminta publik menunggu kejutan Partai Gelora. "Tunggu saja, akan dibahas lebih dalam nanti setelah deklarasi," ujar pria yang akrab disapa Bang Sani ini, saat dihubungi kemarin malam.


sumber: msn

Ma'ruf Amin Bicara Celana Cingkrang, Radikalisme dan Intoleransi


Jakarta - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan cara berpikir dan berperilaku yang intoleran serta radikal harus dihilangkan untuk mencapai visi Indonesia Maju.
“Hilangkan hambatan-hambatan termasuk perpecahan, radikalisme dan intoleransi. Itu kerikil-kerikil yang bisa menghambat tercapainya Indonesia Maju,” kata Wapres Ma’ruf dalam sambutannya saat meresmikan Rumah Sakit Syubbanul Wathon di Magelang, Jawa Tengah, Kamis.
Wapres Ma’ruf menanggapi wacana larangan penggunaan atribut keagamaan, seperti cadar dan celana sepanjang atas mata kaki atau cingkrang, bukan menunjukkan sikap radikal atau intoleran.
Lebih rinci Wapres menegaskan bahwa radikalisme dan intoleransi tercermin dari cara berpikir dan berperilaku, bukan pada bagaimana cara orang berpakaian.


“Sekarang lagi ramai soal intoleransi, soal celana cingkrang. Tapi sebenarnya, radikalisme dan intoleransi itu adalah cara berpikir yang harus dibetulkan, cara perilaku dan cara bertindak yang harus diubah,” tegasnya.
Oleh karena itu, untuk dapat mewujudkan cita-cita sebagai negara maju, masyarakat harus dapat mengubah pikiran, perilaku dan tindakan radikal dan intoleran, yang dapat menjadi hambatan mencapai visi Indonesia Maju.
Wapres mengibaratkan visi Indonesia Maju sebagai sebuah pesawat yang harus diterbangkan. Untuk itu, saat ini yang harus dilakukan Pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama adalah dengan mempersiapkan landasan untuk lepas landas.
“Supaya kita cepat melakukan take-off, maka harus dibuat landasan yang kuat. Kerikil dan becek itu harus dihilangkan. Kalau tidak kita bersihkan kerikil dan becek itu, maka kita tidak mungkin tinggal landas,” ujarnya.

Sidang Kedua Ahok Diwarnai Pendemo Berbendera Merah Sumber:

Written By habarborneo | Wednesday, 21 December 2016


Sidang kedua kasus dugaan penistaa agama yang melibatkan Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki T Purnama atau Ahok masih diwarnai aksi demonstrasi, Selasa (20/12/2016). Para pendemo tersebut membawa bendera merah bertuliskan kalimat tauhid.

Masih seperti sebelumnya, mereka mendesak agar Ahok ditangkap karena dianggap melecehkan Islam. “Tangkap, tangkap, tangkap si Ahok. Tangkap si Ahok sekarang juga,” dendang para pendemo serempak meramaikan lokasi sidang. 

Sebagian pedemo mengenakan pakaian putih-putih, sedangkan yang lain mengenakan baju bebas dan membawa bendera merah. Sementara di depan gerbang, polisi mensterilkan halaman pengadilan baik dari pendukung Ahok maupun pendemo.

Sumber: http://nasional.kini.co.id/

Berita Terkini: Tolak Keberatan Ahok, Jaksa Minta Hakim Lanjutkan Sidang !


Hari ini merupakan sidang Ahok lanjutan dari sidang perdananya yang telah digelar pekan lalu. Agenda sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok yakni tanggapan jaksa atas nota keberatan yang telah dibacakan Ahok pada sidang perdananya pekan lalu itu.
Namun ternyata jaksa penuntuk umum menolak semua alasan dan keberatan terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama dan meminta hakim untuk menolak eksepsi terdakwa dan melanjutakan pemeriksaan terhadap terdakwa.
Hal itu telah dinyatakan oleh jaksa dalam lanjutan sidang Ahok yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta utara. Seperti yang telah dikatakan oleh jaksa penuntut umum Ali Mukartono di ruangan sidang, berdasarkan analisis dan uraian yuridis, maka seluruh alasan dan keberatan yang diajukan oleh terdakwa dan penasihat hukum tidak berdasarkan hukum dan patut di tolak.
Atas hal itulah, Ali meminta hakim untuk menolak keberatan dari terdakwa dan penasihat hukumnya, serta menyatakan bahwa surat dakwaan terhadap Ahok disahkan secara hukum. Jaksa penuntut umum juga meminta hakim menetapkan untuk tetap melanjutkan pemeriksaan terhadap tersangka.
Jaksa penuntut unmum sebelumnya telah menyampaikan sejumlah poin tanggapan terhadap eksepi atau nota keberatan yang telah disampaikan Ahok. Dalam eksepsinya Ahok menyatakan kalau dirinya tidak bermaksud menafsirkan surat Al Maidah ayat 51 yang didakwakan jaksa. Ahok juga mengkaim sama sekali tidak berniat untuk menistakan agama Islam.
Terkait dengan poin keberatan tersebut, jaksa penuntut umum mengatakan, materi dakwaan dalam pasal 156 dan 156 a KUHP tidak terkait dengan penafsiran surat Al Maidah ayat 51.
Sementara soal Ahok yang tidak berniat menistakan agama, jaksa penuntut umum berpendapat bahwa unsur sengaja dalam niat tidak cukup hanya didasarkan pada pernyataan Ahok yang mengaku tidak berniat menistakan agama Islam.
Tetapi juga diperhatikan rangkaian keterkaitan hubungan atas tujuan hal yang dilakukan oleh Ahok, ucap jaksa  Ali saat membacakan materi tanggapan.
Sidang Ahok hari ini diamankan oleh hampir 3000 personel. Banyak massa yang mendatangi PN Jakarta Utara, mulai yang kontra dengan Ahok hingga yang mendukung Ahok. Massa yang berdatangan tersebut membawa bendera, spanduk dan atribut yang lainnya yang digunakan untuk menuarakan apresiasi mereka.
sumber: http://indowarta.com/

Tiga Wajah Pahlawan Muslim yang Tak Bisa Dijumpai Lagi dalam Lembaran Rupiah


Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi berdiri di depan mimbar podium, di samping kanannya berdiri Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo dan di sebelah kirinya Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ketiga orang yang memakai batik itu memencet sirine di mimbar.

Sirine berbunyi, dan layar LCD di belakang mereka menampakkan lembaran Rupiah lama yang berputar-putar. Uang lama berwajah para proklamator dan para pahlawan itu berbaris. Kemudian hilang. Lalu muncul kilatan wajah-wajah para pahlawan yang akan mengisi Rupiah baru.

“Dan saya rasa penting, kalau kita cinta rupiah, kita tidak menyebar gosip aneh-aneh dan kabar bohong tentang rupiah. Karena menghina rupiah sama saja menghina Indoensia. Rupiah tidak akan digantilan dan tidak akan tergantikan,” kata Jokowi di Gedung Bank Indonesia dengan gayanya yang khas, Senin (19/12/2016).

Pecahan kertas, dari Rp 100.000 (bergambar Soekarno dan Moh. Hatta), Rp 50.000 (bergambar Ir. H. Djuanda Kartawidjaya), Rp 20.000 (bergambar G.S.S.J Ratulangi), Rp 10.000 (bergambar Frans Kaisiepo), Rp 5.000 (bergambar K.H Idham Chalid), Rp 2.000 (bergambar Mohammad Hoesni Thamrin) dan Rp 1.000 (bergambar Tjut Meutia).

Sementara untuk pecahan logam, mulai dari Rp 1.000 (gambar utama I Gusti Ketut Pudja), Rp 500 (gambar utama Letjend TNI T.B Simatupang), Rp 200 (gambar utama Tjiptomangunkusumo) dan Rp 100 (gambar utama Herman Johannes).

Dari gambar-gambar utama tersebut banyak nama asing yang jarang kita dengarkan, bahkan konon jarang dibahas di buku-buku sejarah. Yang tetap bertahan yaitu Presiden RI pertama Soekarno dan Moh. Hatta. Keduanya berada di posisi pecahan kertas tertinggi. Lalu, ada para pahlawan muslim yang sebelumnya ada tapi di lembaran baru ini tidak ada. Mengapa? Yang tahu tentang ini hanya Jokowi. Nah, berikut para pahlawan yang wajahnya tidak akan kita jumpai lagi di lembaran Rupiah baru.

1. Pangeran Antasari

Antasari adalah Sultan Banjar. Ia dinobatkan sebagai pimpinan pemerintahan tertinggi di Kesultanan Banjar (Sultan Banjar) dengan menyandang gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin dihadapan para kepala suku Dayak dan adipati (gubernur) penguasa wilayah Dusun Atas, Kapuas dan Kahayan yaitu Tumenggung Surapati/Tumenggung Yang Pati Jaya Raja 14 Maret 1862.

Antasari dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional dan Kemerdekaan oleh pemerintah RI berdasarkan SK No. 06/TK/1968 di Jakarta, tertanggal 27 Maret 1968.

2. Tuanku Imam Bonjol

Nama aslinya adalah Muhammad Shahab. Lahir di Bonjol pada tahun 1772. Ia mendapat beberapa gelar, antara lain Peto Syarif, Malin Basa, dan Tuanku Imam.

Tuanku diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973.

3. Sultan Mahmud Badaruddin II

Ia adalah anak dari Sultan Mahmud Badaruddin. Ia memimpin pertempuran melawan Belanda, diantaranya yang disebut Perang Menteng.

Selain diabadikan dalam lembaran Rupiah, namanya juga diabadikan sebagai bandara internasional di Palembang.

Pangeran Antasari, Tuanku Imam Bonjol dan Sultan Mahmud Badaruddin II, wajah-wajahnya tak akan menghiasi lagi dalam lembaran rupiah yang kita pegang. [Paramuda/BersamaDakwah]

“Pinjaman RI ke Cina Pertaruhkan Kedaulatan NKRI, Indonesia jadi Pasar Ideologi Komunis”


Kerjasama RI dengan Cina bisa membawa kepentingan Cina untuk menjadikan Indonesia sebagai bagian dari pasar ekonominya, termasuk memasarkan idiologi komunis di Indonesia sebagai bagian dari sejarah yang terputus.

Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Indonesia Study, Habil Marati (19/12). Habil mengingatkan, krisis politik dan krisis ekonomi Pemerintah Cina bisa diciptakan dengan mudah. Di satu sisi, pinjaman dari negeri Tirai Bambu itu berpotensi sebagai bom waktu bagi NKRI.

“Kondisi ini sangat berat, kedaulatan Negara Republik Indonesia jadi taruhan pinjaman Pemerintah Cina komunis tersebut. Pengaruh Investasi cash ini memiliki implikasi bahaya laten komunis pada BUMN,” ungkap Habil.

Kata Habil, semakin berbahaya bila pinjaman dari Cina tersebut dikonversi jadi kepemilikan saham pada BUMN. Secara legal korporasi akan menempatkan komposisi dewan direksi, akibatnya penyebaran paham komunis akan memasuki BUMN.

“Ini jelas melanggar TAP/MPR/NO.XXV/1966 tentang pelarangan penyebaran paham komunis di Indonesia, baik melalui kedok Investasi maupun lewat orang perorangan maupun organisasi apapun juga,” ungkap Habil.

Tak hanya itu, Habil juga menyoroti pemberian bebas visa pada sejumlah negara, termasuk Cina. Dalam catatan sejarah, ideologi negara Cina pernah melakukan pemberontakan komunis di Indonesia.

“Jadi bebas visa pada China sangat mengancam kestabilan politik dalam negeri, Indonesia mengalami traumatik ideologi komunis atas kejahatan kemanusian dimulai tahun 1948 dan puncaknya mereka membunuh 7 Jendral Angkatan Darat,” tegas Habil.

Habil mengingatkan, bangkitnya kembali paham komunisme di Indonesia salah satu pemicunya adalah aliran investasi China ke Indonesia, serta banyaknya aliran tenaga kerja warga negara China masuk ke Indonesia dalam jumlah besar.

“Masuknya tenaga kerja warga negara China secara massif, sistimatis dan terstruktur, mereka masuk secara ilegal, memalsukan dokumen warga negara, bahkan memasukan bakteri pada bibit capai bahkan benih padi,” ungkapnya.

Menurut Habil, belum pernah ada dalam sejarah modern umat manusia bahwa ada negara yang melakukan investasi di Indonesia dengan memasukan warga negaranya sebagai tenaga kerja rendah secara massif kecuali negara Cina komunis. “Oleh sebab itu pemberian bebas visa pada Negara Cina adalah merupakan pengkhianatan terhadap sejarah Bangsa Indonesia serta pelanggaran berat terhadap TAP MPRS/ NO. XXV/1966,” pungkas Habil.


sumber: muslimina

Uang Pecahan Baru Tak Dicetak oleh Peruri, Melainkan Pengusaha Keturunan China


Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo menyebutkan uang pecahan baru Tahun Emisi (2016) yang telah diluncurkan secara resmi Senin (19/12) kemarin dicetak di dalam negeri. Sebagian bahan baku uang tersebut berasal dari impor melalui beberapa negara dan beberapa perusahaan tender.

Namun Agus enggan menyebutkan siapa pihak perusahaan yang melakukan pencetakan uang, meskipun terdengar kabar bahwa uang tersebut tidak dicetak oleh Prum Peruri, melainkan oleh pihak swasta yang berada di Kota Kuduus Jawa Tengah. Agus mengklaim proses tender tersebut dilakukan secara profesional dan dimenangkan oleh perusahaan secara governance-nya berkategori sangat baik.
“Kalau bahan baku, ada dari impor dan ada dari nasional. Tetapi pencetakannya sepenuhnya di negara Indonesia. Tentu bahan baku ada beberapa sumber dari beberapa negara. Dan itu dilakukan dengan cara tender internasional yang governance-nya baik. Saya tidak bisa sebutkan asal negaranya,” kata Agus di Jakarta, Selasa (20/12).

Selanjutnya Agus menyatakan Bank Indonesia sangat memiliki kesiapan mendistribusikan uang baru tersebut ke seluruh penjuru Indonesia, diperkirakan dalam waktu 3 bulan, uang tersebut telah tersebar secara merata. Namun untuk persoalan jumlah dana yang disebar, ia merasa hal itu bagian dari kerahasiaan Bank Indonesia.

“Kita suda siap mengedarkannya melalui Bank Indonesia di 33 proviinsi dan kita mempersiapkan yang lengkap dari uang Rp100 ribu hingga ke pecahan uang logam. Jumlahnya kami tidak bisa sebutkan tapi kami kira dalam jumlah yang cukup,” tandas Agus.

Informasi yang diterima Aktual.com dan masih dalam penelusuran, bahwa uang tersebut tidak dicetak di Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), namun melainkan dicetak di Perusahaan milik Swasta di Kota Kudus, Jawa Tengah. (akt)

Arab Saudi Bentuk 34-Negara Aliansi Strategis Militer Islam Sunni, Tanpa Iran dan Indonesia

 
Alhamdulillah Arab Saudi Membentuk 34-Negara Aliansi Strategis Militer Islam Sunni. Cikal Bakal Pasukan Khilafah?

Pengumuman itu mengutip "kewajiban untuk melindungi negara Islam dari kejahatan semua kelompok teroris dan organisasi apapun sekte dan nama mereka yang mendatangkan kematian dan kerusakan di muka bumi dan bertujuan untuk meneror orang yang tidak bersalah."

Arab Saudi mengumumkan pembentukan koalisi militer Islam 34-negara dengan dalih untuk memerangi terorisme, menurut sebuah pernyataan bersama yang diterbitkan pada kantor berita Saudi SPA.

"Negara-negara di sini disebutkan telah memutuskan pada pembentukan aliansi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi untuk memerangi terorisme, dengan pusat operasi gabungan yang berbasis di Riyadh untuk mengkoordinasikan dan mendukung operasi militer," kata Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir.

Sebuah daftar panjang negara-negara Arab seperti Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, bersama-sama dengan negara-negara mayoritas Muslim seperti Turki, Malaysia, Pakistan dan beberapa negara Afrika yang disebutkan.

Iran, republik Islam Syiah yang biasanya menuai kritik karena mendorong sektarianisme di wilayah tersebut, tidak hadir dari negara-negara yang bernama sebagai peserta. Indonesia juga tidak masuk dalam aliansi ini.

Berikut Daftar 34 Negara anggota Aliansi Militer Islam yang dipimpin oleh Arab Saudi:
1-Arab Saudi
2-Jordan
3-Uni Emirate Arab
4-Pakistan
5-Bahrain
6-Turki
7-Republik Benin
8-Bangladesh
9-Chad
10-Togo
11-Tunisia
12-Djibouti
13-Senegal
14-Sudan
15-Sierra Leone
16-Somalia
17-Gabon
18-Guinea
19-Palestina
20-Komoro
21-Qatar
22-Pantai Gading
23-Kuwait
24-Lebanon
25-Libya
26-Maladewa
27-Mali
28-Malaysia
29-Mesir
30-Maroko
31-Mauritania
32-Nigeria
33-Niger
34-Yaman
 
sumber: portalpiyungan

TERUNGKAP! Donasi Uang Receh Konsumen Alfamart Disalurkan ke ORGANISASI KRISTEN

 
Ribut-ribut donasi di jaringan mini market Alfamart. Beberapa hari ini di sosial media netizen ribut soal donasi receh "Seratus Rupiah" (Rp 100) saat belanja di Alfamart. Beberapa netizen memperlihatkan struk belanja yang tertera donasi sukarela Rp 100.

Cobalah sedikit selidiki kebenaran beritanya…

Ternyata, Alfamart memang bekerja sama dengan “Habitat for Humanity” (HFH)

Link info: https://finance.detik.com/advertorial-news-block/2977528/ke-sinilah-donasi-uang-receh-konsumen-alfamart-disalurkan

Juga di situs alfamart: https://alfamartku.com/news/2016/07/laporan-donasi-konsumen-alfamart-2015

Di link berita itu disebutkan salah satu penyaluran Donasi Konsumen Alfamart sebesar Rp 2 Miliar lebih adalah ke Habitat for Humanity (HFH):

[Kutipan link]:
"Alfamart juga bekerjasama dengan Habitat for Humanity Indonesia untuk merekonstruksi rumah layak huni bagi keluarga pra-sejahtera. Program bernama Kampung Alfamart ini menggunakan donasi konsumen periode 1 – 31 Mei 2015 yang terkumpul sebesar Rp 2.640.754.074."


Maka, coba selidiki siapa pendiri “HFH” itu…?

Ternyata, pendirinya adalah seorang “biblical scholar” (ahli kitab Injil)

[Kutipan link]:
The idea that became Habitat for Humanity first grew from the fertile soil of Koinonia Farm, a community farm outside of Americus, Georgia, founded by farmer and biblical scholar Clarence Jordan.

Link info: http://www.habitat.org/about/history


HFH juga secara jelas-jelas menyatakan adalah “ecumenical Christian housing organization” (organisasi perumahan Kristen ekumenis):

Link info: http://www.habitat.org/about/faq

[Kutipan link]
Is Habitat for Humanity a Christian organization?
Yes, we are a global nonprofit, ecumenical Christian housing organization. All who desire to be a part of this work are welcome, regardless of religious preference or background. We have a policy of building with people in need regardless of race or religion. We welcome volunteers and supporters from all backgrounds.


Demikian dari informasi yang tersedia di internet.

SUDAH JELAS?

Konsumen Muslim MASIH MAU DONASI KE ALFAMART???

Saatnya UMAT ISLAM PUNYA JARINGAN MINIMARKET SENDIRI (Minimarket 212?), sehingga Donasi (Infaq Shadaqah) dari konsumen muslim juga tersalurkan untuk kemaslahatan umat dan kemajuan dakwah Islam.

Mungkin sepele "Hanya Seratus Rupiah", tapi Rp 100 dikalikan jutaan konsumen dikalikan hari bulan tahun, maka seperti contoh Alfamart di atas: Terkumpul Rp 2 MILIAR LEBIH yang disalurkan lewat organisasi kristen HFH.

SEBARKAN DAN SADARKAN !!!

Saatnya #Spirit212 menjadi Kebangkitan Ekonomi Umat. Sumber: portalpiyungan

Alhamdulillah Setelah Bertemu Ketua MUI Kapolri Dukung Penuh Fatwa MUI: Perusahaan Jangan Paksa Atribut Natal Untuk Karyawan Muslim

 
JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta kepada perusahaan dan pusat perbelanjaan agar tidak memaksa karyawan beragama Islam untuk menggunakan atribut Natal. Apalagi mengancamnya akan memecat mereka.

"Jangan memaksa apalagi mengancam dengan pemecatan, ini yang tidak boleh. Karena melakukan pemaksaan itu bukan hanya fatwa MUI tapi di KUHP pun ada yaitu di Pasal 355 ayat (2)," kata Tito usai berdiskusi dengan Ketua Umum MUI, KH. Ma'ruf Amin di rumah dinasnya, Jalan Patimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (20/12/2016) malam.

Kapolri bahkan Minta MUI Daerah dan Pemda Sosialisasi Fatwa Haram Penggunaan Atribut Natal.

MUI diketahui telah mengeluarkan fatwa haram bagi umat Islam yang memakai atribut nonmuslim. Fatwa ini dikeluarkan lantaran ada pemaksaan yang dilakukan sejumlah perusahaan terhadap karyawan Muslim menggunakan atribut Natal.

Namun, fatwa tersebut tidak tersosialisasikan dengan baik sehingga ada sejumlah organasi kemasyarakatan (Ormas) yang melakukan sweeping di sejumlah daerah yang berujung kepada tindakan intimadasi.

Menurut Tito, dirinya sudah berdiskusi dengan Ketua MUI mengenai fatwa tersebut. Dari diskusi tersebut, membuahkan komitmen untuk meluruskan pemahaman fatwa haram itu dan menekankan untuk saling menghormati antar-umat beragama.

"Untuk itulah dengan adanya kejelasan dari Ketua MUI bersama-sama kami saya selaku Kapolri, masyarakat bisa pahami ini (fatwa haram). Sehingga suasana jelang Natal dan Tahun Baru kita hormati saudara kita, umat Nasrani yang melaksanakan hari besarnya," tandasnya. (Okezone)

Terimakasih Pak Jenderal Tito. Dekat-dekatlah terus dengan Ulama.

Jangan Petantang Petenteng! Allah Murka Terhadap Mereka Yang Menghalangi Manusia dari Jalan Allah

Written By habarborneo | Thursday, 1 December 2016


Beredar ramai di sosial media, umat Islam yang berbondong-bondong dari daerah hendak ikut AKSI BELA ISLAM III 2 Desember di Jakarta, mereka dihalang-halangi. Ada kabar bus yang ditumpangi dicegat di jembatan, berita di CNNIndonesia juga secara jelas memperlihatkan peserta aksi 212 dari daerah di sweeping dari bus saat hendak berangkat ke Jakarta.

APA MEREKA TIDAK TAKUT KELAK ALLAH AKAN MENGHUKUM MEREKA YANG MENGHALANG-HALANGI MANUSIA DARI JALAN ALLAH? YANG MENGHALANGI UMAT ISLAM MEMBELA AGAMANYA?

Yang mempersulit urusan kaum muslimin, akan dipersulit urusannya.
Yang mencegah kaum muslim dari berbuat baik, akan dihalangi antara dia dan kebaikan.

Yang suka merazia tanpa haqq, hidupnya akan sering terazia.
Yang suka menghalang-halangi, hajatnya akan sering terhalang.
Gaji dari duit rakyat jangan petantang-petenteng.
Yang umur 40 tahun, ama kematian udah deket banget.

Kalau jahat terus di dunia, yang nyolatin dan mendoakan siapa?
Jangan sok kuasa, adigang adigung adiguna.
Nanti, tuanya sengsara. Hidup terhina, itu persekot di dunia.
Di akhirat, jangan tanya. Ente bukan siapa-siapa.

Diuji jabatan dan kekuasaan, jangan semena-mena.
Baru pake baju seragam, berasa beda.
Umur manusia gak akan lama, seperti laron saat temaram tiba.
Setelah mati, kita hidup lagi yang kedua.

Kita akan mempertanggungjawabkannya pada yang kuasa
Ente mau masuk kelompok "sekarang dia hidup bahagia" atau "dulunya dia hidup bahagia"?

Allah s.w.t berfirman :

وَنَادَىٰٓ أَصۡحَـٰبُ ٱلۡجَنَّةِ أَصۡحَـٰبَ ٱلنَّارِ أَن قَدۡ وَجَدۡنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّ۬ا فَهَلۡ وَجَدتُّم مَّا وَعَدَ رَبُّكُمۡ حَقًّ۬ا‌ۖ قَالُواْ نَعَمۡ‌ۚ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنُۢ بَيۡنَہُمۡ أَن لَّعۡنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلظَّـٰلِمِينَ (٤٤) ٱلَّذِينَ يَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَيَبۡغُونَہَا عِوَجً۬ا وَهُم بِٱلۡأَخِرَةِ كَـٰفِرُونَ

Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka [dengan mengatakan]: "Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa [azab] yang Tuhan kamu menjanjikannya [kepadamu]?" Mereka [penduduk neraka] menjawab: "Betul". 

Kemudian seorang penyeru [malaikat] mengumumkan di antara kedua golongan itu: "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim, [yaitu] orang-orang yang menghalang-halangi [manusia] dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat." (QS Al-'Araf[7]: 44-45)

(Rudi Wahyudi)

Lagu Aksi Bela Islam 212 Jilid III


Aksi Bela Islam jilid III yang akan digelar di Monas dan sekitarnya, akan dilaksanakan pada hari Jum,at (2/12/2016).

Untuk lebih menyatukan Ummat Islam dalam satu komando dan irama serta niat yang aikhlas, tidak ada salahnya untuk menyimak lagu penyemangat yang dibuat oleh Habib Rieziq.

Berikut lagunya dalam format MP3, Silahkan di Download.



Aksi gelar sajadah, zikir, tausiyah dan sholat Jumat bersama di Monas.


Sholat Jumat Terpanjang dan Penaklukan Konstantinopel 1453

Written By habarborneo | Saturday, 26 November 2016


Membaca adanya pendapat bahwa sholat jumat di jalanan merupakan bid'ah, tidak sah, adakah praktek ini pernah dilakukan umat Islam sebelumnya. Yuk kita buka-buka buku sejarah Islam.

Ibnu Abi Syaibah telah meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu

أَنَّهُمْ كَتَبُوْا إِلَى عُمَرَ يَسْأَلُوْنَهُ عَنِ الْجُمُعَةِ فَكَتَبَ: جَمِّعُوْا حَيْثُمَا كُنْتُمْ

Kaum muslimin pernah menulis surat kepada Khalifah ‘Umar bin Khatab menanyakan tentang shalat Jum’at. Lalu beliau menulis surat kepada mereka (yang isinya): ‘Lakukanlah shalat Jum’at di mana saja kalian berada. (Sanad hadits ini shahih)

Diriwayatkan pula dari Imam Malik, beliau berkata:

كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ J فِيْ هذِهِ الْمِيَاهِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِيْنَةِ يُجَمِّعُوْنَ.

"Dahulu para Sahabat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ada di sekitar perairan ini, antara Makkah dan Madinah mereka melakukan shalat Jum’at."

Dan Tahukah anda?

Sholat Jumat termegah dan terpanjang pernah terjadi pada tahun 1453 dilakukan oleh Sultan Muhammad Al Fatih saat hendak menaklukan Konstantinopel.

Termegah karena sholat itu dilakukan di jalan menuju Konstatinopel dengan jamaah yang membentang sepanjang 4 km dari Pantai
Marmara hingga Selat Golden Horn di utara.

Sholat jumat tesebut terjadi 1,5 KM di depan benteng Konstantinopel, dalam proses Penaklukan Konstantinopel oleh Sultan yang kemudian mengakhiri sejarah Kekaisaran Kristen Byzantium dan menjadi cikal bakal Kekhalifahan Utsmaniyah.

Penaklukan Konstantinopel merupakan pembuktian atas kabar gembira "Bisyarah" atau nubuwat yang disampaikan oleh Rasulullah Shallalhu ‘Alaihi Wasallam kepada sahabat sahabatnya, bahwa negara adidaya seperti Romawi akan dapat dikalahkan oleh kaum Muslimin.

"Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan." (H.R. Ahmad).

Hadits Rasulullah Shallalhu ‘Alaihi Wasallam tersebut akhirnya terbukti ratusan tahun kemudian. Konstantinopel berhasil ditaklukkan oleh pasukan kaum muslimin yang dipimpin oleh Muhammad Al-Fatih, panglima muda yang memimpin pasukan dalam usia sekitar 23 tahun.

Dan penaklukan Konstantinopel diawali dengan shalat jumat terbesar dan termegah di jalanan dengan jamaah yang membentang sepanjang 4 kilo meter dari Pantai Marmara hingga Selat Golden Horn di utara.

Kisah selengkapnya bisa Anda baca di buku Felix Siauw:


Sumber: http://www.dakwahmedia.net/2016/11/sholat-jumat-terpanjang-dan-penaklukan.html

Buni Yani Tersangka, Aa Gym: Kenapa yang Ini Gesit Sekali Jadi Tersangkanya?


Buni Yani yang dilaporkan karena diduga mengunggah dan menyebarkan video Ahok terkait kasus penistaan agama ditetapkan sebagai tersangka penghasutan SARA.

Polda Metro Jaya selain menetapkan tersangka langsung menyodorkan surat penahanan kepada Buni Yani. Namun Buni Yani sempat menolak menandatangani surat penahanan karena dirasa tidak adil.

Dalam tuduhan yang disangkakan kepada Buni Yani bukan video Ahok yang menjadi perhatian polisi tapi status Facebook yang menyertakan postingan video Ahok tersebut.

Menanggapi persoalan itu, Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid KH. Abdullah Gymnastiar atau yang biasa disapa Aa Gym mengaku heran mengapa cepat sekali Buni Yani ditetapkan sebagai tersangka.
“Cepat memang jadi tersangkanya, walaupun ada hikmahnya tapi kenapa yang ini gesit sekali jadi tersangkanya,” ujar Aa Gym dalam Kajian Pagi di Ponpes DT, Bandung, Kamis (24/11/2016).

Menurut Aa Gym karena justru karena Buni Yani lah umat Islam bisa bersatu dari berbagai elemen untuk menyuarakan kebenaran atas kasus Ahok terkait penistaan agama.

“Karena mau tidak mau ini menjadi jalan umat tergugah mengingat kepada Quran, bisa tergugah untuk bersatu, tidak ada yang bisa mempersatukan umat sebanyak ini,” jelas Aa Gym.

Aa Gym juga mendoakan Buni Yani  dan meminta doa kepada umat Islam agar dikuatkan dan mendapatkan keadilan. [psid].

Sumber: http://www.dakwahmedia.net/2016/11/buni-yani-tersangka-aa-gym-kenapa-yang.html

Demo 25 November dan Aksi Rush Money berpotensi Lumpukan Indonesia ulangi 98


Demo 25 November 2016 dan aksi tarik uang di bank (rush money) dalam jumlah besar, berpotensi melengserkan Jokowi dari kursi Presiden RI. Aksi ini merupakan lanjutan dari demo 4 November 2016 yang menuntut agar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditetapkan menjadi tersangka kasus penistaan agama.

Demo 25 November 2016 dan aksi tarik uang di bank pada hari yang sama akan dilakukan mayoritas umat Islam di Indonesia jika tuntutan mereka tak dipenuhi pemerintah dan polri.

Seruan tarik uang di bank 25 November 2016 sudah digaungkan sejumlah tokoh agama di media sosial (medsos) dan aplikasi WhatsApp. Aksi tarik uang di bank pada hari yang sama diyakini mampu menggoyahkan perekonomian Indonesia.

Target Rush Money 25 November yakni menguras cadangan uang di bank sebesar Rp 100 triliun. Untuk mencapai target tersebut, para pengusaha muslim diminta menarik uangnya di bank dalam jumlah besar. Sedangkan masyarakat menengah ke bawah dianjurkan menarik uangnya di bank Rp 2 juta per orang.

Aksi tarik uang di bank secara besar-besaran ini akan menimbulkan dampak buruk bagi stabilitas ekonomi, sosial, dan politik di Indonesia.

“Rush Money akan menimbulkan tiga aspek, yakni ekonomi, sosial, dan politik. Akan timbul kekacauan dalam sistem perbankan. Bank akan kekurangan uang, sehingga menimbulkan gejolak ekonomi. Bank Indonesia (BI) akan kewalahan dan tidak mungkin mendistribusikan uang dalam jumlah banyak pada waktu bersamaan,” ujar Andy kepada pojoksatu.id, Senin (14/11/16).

Menurut Andy, gerakan Rush Money akan menimbulkan keresahan di masyarakat karena bank akan kewalahan memenuhi permintaan masyarakat yang begitu tinggi.

“Ini akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah. Kasus Soeharto bisa terulang. Kasus kerusuhan Mei membuat masyarakat ketakutan. Saya juga mengalami, antre di bank,” imbuh Andy.
Pendapat serupa disampaikan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie. Jimly menduga demo 25 November 2016 memiliki agenda untuk menjatuhkan Presiden Jokowi.

Dikatakan Jimly, demo 25 November bukan lagi menuntut proses hukum atas kasus penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Aksi itu sudah mengarah ke pemakzulan Presiden Jokowi.

“Saya sebagai Ketua ICMI tidak rela jika umat Islam terjebak dalam adu domba untuk tujuan yang tidak konstitusional,” tegas Jimly.

Jimly mengatakan, masyarakat memang tidak bisa dilarang melakukan aksi unjuk rasa. Namun Jimly menyayangkan jika demo 25 November ditunggangi pihak-pihak tertentu.

Jimly menganjurkan kepada umat Islam agar tidak lagi melakukan aksi demonstrasi karena berpotensi menyimpang dan menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Kalaupun tetap mau demo, sebaiknya jangan lebih besar dari yang lalu agar tidak dicurigai punya agenda untuk menjatuhkan presiden yang sah,” tandas Jimly. [psi]

sumber: http://www.dakwahmedia.net/2016/11/demo-25-november-dan-aksi-rush-money.html

Popular Posts

Blog Archive

 
Support : Creating Website | jejakqhaq | Mewartakan Peristiwa Di Sekitar Kita
Copyright © 05-2014. JEJAK QHAQ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger