INDONESIA NEWS. Powered by Blogger.
Latest Post
Showing posts with label Akhir Zaman. Show all posts
Showing posts with label Akhir Zaman. Show all posts

Upload Foto Seksi, Kesehatan Mental Sulli Dipertanyakan

Written By habarborneo | Tuesday, 3 January 2017


Mantan personel f(x) ini sangat suka menarik perhatian netizen. Selasa subuh tadi (3/1), ia mengunggah sejumlah foto-foto dirinya bersama dengan Goo Hara. Namun, justru dirinya kembali mendapat hujatan.

Sulli diketahui menghabiskan malamnya bersama Hara. Teman dekatnya ini memang akan berulang tahun pada 13 Januari nanti, untuk itu Sulli pun main bersama Hara dan merayakan ulang tahun Hara lebih awal. 

Untuk mengabadikan momen tersebut, Sulli memposting enam foto di akun Instagram miliknya. Dua foto di antaranya terdapat Sulli bersama Hara yang terlihat cantik walau bermake-up tipis. Awalnya, mereka berdua mendapat pujian atas kecantikan mereka.

Upload Foto Seksi, Kesehatan Mental Sulli DipertanyakanFoto: Instagram


"Oke, harus kuakui. Mereka berdua memang terlihat cantik," tulis salah seorang netizen.

Namun di empat foto berikutnya, Sulli terlihat mengenakan piyama seksi dengan berbagai pose dan ekspresi layaknya menggoda. Netizen yang merasa tak nyaman dengan foto-foto itu pun meninggalkan komentar tajam.

"Jika aku Choiza (pacar Sulli), aku akan berpikir keras bagaimana memutuskan hubunganku dengannya. Sulli telah sampai di titik di mana ia jadi nampak mengerikan."

Bagaimana menurutmu dengan ulah Sulli tersebut? 

Upload Foto Seksi, Kesehatan Mental Sulli DipertanyakanFoto: Instagram

(tia/tia)


Sumber: detik

Dukung Gerakan Anti Pacaran, Neno Warisman: Perzinahan Berkedok Pacaran Sudah Dianggap Lumrah oleh Masyarakat

Written By habarborneo | Thursday, 4 August 2016


Pemuda Muhammadiyah baru-baru ini mencanangkan ‘Gerakan Anti Pacaran’ untuk  mencegah terjadinya perilaku menyimpang, sebuah counter terhadap efek buruk dari pacaran dimana masyarakat seolah sudah tidak peduli lagi.
Hal yang kemudian didukung penuh oleh Neno Warisman, pemerhati pengasuhan anak (parenting). Neno merasa ketidaksadaran masyarakat terhadap ancaman pacaran lebih berbahaya, dari banyaknya bahaya dari pacaran itu sendiri.

“Keadaan sekarang sudah sangat akut, bahkan perzinahan yang dibawa pacaran itu seakan sudah jadi lumrah,” kata Neno, lansir Republika, Rabu (3/8/2016).

Neno menerangkan bahwa kelonggaran sistem di masyarakat merupakan salah satu faktor utama, yang membuat orang-orang tidak lagi aneh melihat aktivitas pacaran itu terjadi.

“Masyarakat tidak lagi memberikan perlawanan dan penolakan atas aktivitas pacaran, termasuk para orang tua yang malah sudah memperbolehkan,” lanjut Neno.

Neno mengungkapkan keprihatinan, atas pola pikir masyarakat yang seperi sudah menerima saja aktivitas pacaran, selama tidak melakukan perbuatan asusila dan perjinahan di muka umum. Padahal, fakta para pelaku pacaran melakukan tindakan asusila atau perzinahan secara diam-diam, sudah menjadi rahasia umum.

Namun Neno meyakini nantinya banyak masyarakat yang mengikuti Gerakan Anti Pacaran, karena perlahan masyarakat pasti sadar itu merupakan aksi yang baik dan benar. Neno juga meyakini pasti masih banyak masyarakat di Indonesia yang masih mau mempertahankan nilai-nilai moral yang ada. []

sumber: islampos.com

Negeri-Negeri yang Dilaknat Allah SWT (3-HABIS)

NEGERI KAUM POMPEII
 
KISAH pembinasaan kaum murtad lain yang sangat melegenda, adalah pembinasaan kaum Pompeii dari muka bumi. Allah SWT mengazabnya dengan lahar panas gunung Vesuvius hanya dalam waktu sekejap. Tidak ada seorangpun yang selamat dari bencana letusan gunung yang tidak aktif ratusan tahun itu. Demikian tiba-tiba azab yang datang itu, sehingga tidak ada seorang pun yang menyadari.

Karena itu, penggalian situs Pompeii di dekat kota Napoli, Italia, menghasilkan beragam fosil manusia dalam posisi bervariasi. Ada sebuah keluarga yang sedang menyantap makanan, misalnya. Juga ditemukan fosil berpasangan yang sedang melakukan hubungan badan. Ironisnya banyak fosil berhubungan badan yang melanggar agama, seperti sesama jenis, sesama anak-anak, anak remaja dan orang dewasa, bahkan juga fosil pesta seks antara satu wanita dengan banyak pria atau sebaliknya, Wajah dari kebanyakan jasad fosil manusia itu masih utuh, dengan ekspresi wajah yang terlihat kaget dan kebingungan.

Penghilangan Pompeii dari muka bumi dengan bencana seperti ini, bukanlah tanpa alasan. Catatan sejarah menunjukkan kota tersebut merupakan sarang foya-foya dan perbuatan menyimpang, dari kaum Romawi sebagai penjajah. Kota ini dikenal sebagai oase kemaksiatan, sehingga tidak dapat membedakan antara rumah bordil dan rumah tinggal. Satu-satunya pembeda, ditunjukkan oleh hiasan alat kelamin pria atau sebuah payudara dalam ukuran asli yang tergantung di depan pintu rumah bordil. Alat petunjuk itu juga untuk membedakan, tempat bordil tersebut menyediakan pelacur wanita atau gigolo. Menurut tradisi yang berakar dari kepercayaan Mithraic, organ seksual dan persetubuhan tidaklah seharusnya disembunyikan. Sebaliknya dipertontonkan secara terang-terangan.

Disini terdapat sisi yang paling tidak bisa dimengerti dari sebuah bencana. Bagaimana mungkin ribuan orang yang menunggu dijemput sang kematian itu berekspresi tanpa mereka sadari? Sisi yang nampak dari peristiwa ini menunjukan, hilangnya Pompeii mirip dengan peristiwa kehancuran sebagaimana yang disebutkan dalan QS. Yasin : 29 yang secara jelas menyebutkan “pembinasaan yang tiba-tiba” seperti yang dihubungkan dengan peristiwa ini. Sebagai contoh “warga kota” disebutkan dalam Surat Yasin tersebut, bahwa kesemuanya mati secara mendadak dalam waktu yang bersamaan. Sebuah nasib kaum yang mendapatkan azab sama dengan kaum Nabi Luth, Kisah Sodom dan Gomorah.

PELAJARAN HIDUP
Meskpun demikian tidak banyak hal yang telah berubah sejak Pompeii dihancurkan. Daerah Naples dimana pesta pora berlaku, tidak serusak sebagaimana halnya daerah Pompeii yang tidak bermoral. Kepulauan Capri adalah asal muasal kaum homoseksual dan kaum nudist bertempat tinggal. Kepulauan Capri dilambangkan sebagai “surga kaum homo” dalam iklan pariwisata. Tidak hanya di kepulauan Capri, juga di Negara Italia, dan hampir di seluruh dunia yang mengalami kebobrokan moral tanpa mempelajari pelajaran pahit yang sebuah akibat azab Allah.

Pada titik ini, Al Quran secara khusus menarik perhatian terhadap kenyataan, bahwa sebagian besar dari masyarakat yang dihancurkan tersebut memiliki tingkat peradaban tinggi. Di dalam Al Qur’an Surah Qaf 36 dijelaskan, bahwa sifat-sifat dari kaum yang dihancurkan sebagai berikut: “Dan berapa banyakkah umat-umat yang telah Kami (Allah) binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)?

Dalam ayat tersebut, dua sifat dari kaum yang telah dihancurkan secara khusus ditekankan. Yang pertama adalah mereka merasa “lebih besar kekuatannya”. Hal ini berarti masyarakat-masyarakat yang telah dibinasakan tersebut telah berada dalam suatu tingkat kedisiplinan dan sistem birokrasi militer yang tangguh, sehingga mereka mampu merenggut kekuatan wilayah lainsecara paksa. Poin kedua, masyarakt-masyarakat yang telah disebutkan mendirikan kota-kota besar yang dihiasai dengan karya-karya arsitektur mereka.

Kondisi itu patut diperhatikan, bahwa dua macam sifat-sifat tersebut mencerminkansebuah kaum yang memiliki peradaban dan kebudayaan tinggi. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi saat itu telah mendirikan negara-negara yang tersentralisir dan kota-kota besar. Ironisnya mereka masih tetap mengingkari dan mengabaikan Allah, melupakan semua hal yang mereka nikmati itu merupakan hasil ridho Allah. Namun, sebagaimana dikatakan di dalam ayat, peradaban mereka yang telah berkembang tidak bisa menyelamatkan masyarakat yang telah dihancurkan, karena peradaban mereka berdiri diatas landasan pengingkaran terhadap Allah. Akhir dari peradaban saat inipun tidak akan berbeda selama peradaban sekarang berdasarkan kepada pengingkaran dan berperilaku jahat di dunia.

Sejumlah peristiwa penghancuran, beberapa diceritakan dalam Al Qur’an, telah dibenarkan oleh berbagai penelitian arkeologis di jaman modern. Temuan-temuan arkeolog yang secara jelas membuktikan, peristiwa-peristiwa yang dikutip dalam Al-Qur’an benar-benar pernah terjadi, menjelaskan perlunya sebagai “peringatan terlebih dahulu” yang banyak digambarkan dalam kisah-kisah dalam Al-Qur’an. Allah berfirman di dalam QS Yusuf 109-111, bahwa “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”.

HABIS


Sumber: https://primavardhana.wordpress.com/2015/01/30/negeri-negeri-yang-dihancurkan-allah/

Negeri-Negeri yang Dilaknat Allah SWT (2)


ADAOUN kaum ‘Aad sebagaimana dalam QS. Al-Haaqqah: 6-8, dikisahkan dibinasakan Allah SWT dengan sebuah azab yang luar biasa. “Adapun kaum ‘Aad, maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari secara terus menerus; maka kamu lihat kaum ‘Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka.

Tiupan angin selama tujuh hari dan delapan malam itu mengakibatkan tertumpuknya berton-ton pasir diatas kota dan menimbun hidup-hidup kaum ‘Aad didalam bumi. Sebuah penggalian yang dilakukan di Ubar menunjukkan sebuah asumsi yang sama. Majalah Prancis, Ca M’Interesse menyatakan hal-hal yang sama; ” Ubar dikubur dibawah pasir setebal 12 meter yang diakibatkan oleh badai. Bukti paling penting menunjukkan, bahwa kaum ‘Aad dikubur oleh sebuah badai adalah kata “ahqaf” yang digunakan dalam Al Qur’an untuk menandai lokasi tempat tinggal kaum ‘Aad.

Kaum ‘Aad adalah sebuah kaum yang menjadi tempat Nabi Hud As berdakwah. Namun, mereka mendustakan kenabian Nabi Hud, yang menyerukan tentang Keesaan Allah dan meninggalkan kemaksiatan. Ironisnya seruan dan ajakan Nabi Hud berbuah ejekan, cemoohan dan pengingkaran dari bangsa ‘Aad yang dikenal sebagai bangsa cerdas dan memiliki teknologi membangun gedung-gedung bertingkat. Namun kecerdasan dan keistimewaan mereka menjadikan sombong, berlaku bengis, zalim, dan mengingkari seruan dakwah yang disampaikan Nabi Hud.

Bukti-bukti reruntuhan peradaban bangsa ‘Aad ditemukan para peneliti Barat pada tahun 1990-an di sebuah wilayah yang dikenal ‘Ubar, di wilayah Yaman dekat tanjung Oman. Menariknya, apa yang mereka temukan sama persis seperti yang dikisahkan dalam Al-Quran dan cerita rakyat di Suku Badui. Dr Zarins, seorang anggota tim penelitian yang memimpin penggalian mengatakan, menara-menara dalam situs itu menunjukkan bentuk khas kota Iram yang memiliki menara-menara tinggi atau tiang-tiang yang menjulang ke langit. Peninggalan itu bukti kuat, bahwa situs yang mereka gali adalah kota Iram, kota kaum ‘Aad sebagaimana isi QS Al Fajr : 6-8 yang berbunyi, “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Aad, (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain”.

Banyak ilmuwan kontemporer mengatakan, bahwa kaum ‘Aad telah memasuki satu periode transformasi dan kemudian muncul kembali ke dalam panggung sejarah. Dr. Mikhail H. Rahman, peneliti dari University of Ohio, merasa yakin bahwa kaum ‘Aad adalah nenek moyang dari Hadhramaut, Saba dan empat kaum yang pernah hidup di Yaman Selatan. Muncul sekitar 500 SM, Hadramites yang dikenal oleh orang-orang sebagai Fortunate Arab. Kaum ini memerintah di daerah Yaman Selatan dalam jangka waktu yang panjang dan secara keseluruhan menghilang pada abad 240 M pada akhir masa kemunduran yang lama.

Demikian pula azab yang menimpa kaum Tsamud yang telah mendustakan ajaran dan peringatan yang dibawah Nabi Shaleh As. Dalam QS Al-Qamar: 23-26 disebutkan, “Maka mereka berkata: “Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) diantara kita? Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila”. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya diantara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong. Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong”.

Pada ayat lain, QS. Al-Hijr : 80-82, kaum Nabi Shaleh itu disebut Ashabul-Hijri (penduduk kota Al-Hijr) sebagaimana bunyinya, “Dan sesungguhnya penduduk (kota) Al-Hijr telah mendustakan para rasul, dan Kami (Allah) telah mendatangkan kepada mereka (tanda-tanda) kekuasaan Kami, tetapi mereka selalu berpaling darinya. Dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung batu (yang didiami) dengan aman”.
Demikian dahsyatnya bencana yang Allah timpakan, sehingga tiada seorang pun dari kaum Tsamud yang tersisa, seperti dalam QS. An-Najm : 51 yang bunyinya. “Dan kaum Tsamud, maka tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya (hidup)”. Sehingga, kata Allah dalam QS. Huud: 68, “Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud”.

Yang menakjubkan, meski petir dan halilintar yang Allah kirim itu memusnahkan seluruh kaum Tsamud, tapi bangunan hasil karya mereka tetap dibiarkan utuh. Keanehan itu sebagaimana tersurat dalam QS. Al-Ankabut 38, yang secara implisit bertujuan sebagai bukti bagi kaum yang hidup sesudahnya, tentang keberadaan suatu kaum ahli bangunan yang telah Allah binasakan akibat kekafiran mereka. “Dan (juga) kaum ‘Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka…”.

Sedangkan beberapa azab terhadap sebuah kaum yang tersurat dalam Al-Quran, antara lain azab yang menimpa kaum Ashab Al-Sabt. Sebuah kaum fasik yang tinggal di Kota Eliah, Elat (Palestina). Dalam QS Al-A’raaf: 163 dipaparkan, mereka melanggar perintah Allah untuk beribadah pada hari Sabtu. Allah menguji mereka dengan memberikan ikan yang banyak pada hari Sabtu, sementara di hari lainnya tidak ada. Ujian itu membuat mereka meminta rasul Allah untuk mengalihkan ibadah pada hari lain, selain Sabtu. Kefasikan itu membuat kaum tersebut dilaknat Allah menjadi kera yang hina.

Kisah sama juga tersurat dalam QS. Alfurqan: 38 dan QS. Qaf :12 yang menceritakan tentang azab kaum Ashab Al-Rass. Konon, nabi yang diutus kepada mereka adalah Nabi Saleh. Namun, ada pula yang menyebutkan Nabi Syuaib. Sementara itu, yang lainnya menyebutkan, utusan itu bernama Handzalah bin Shinwan (adapula yang menyebut bin Shofwan). Kaum ini menyembah patung. Pelanggaran yang dilakukan, mencampakkan utusan Allah yang dikirim kepada mereka ke dalam sumur, sehingga mereka dibinasakan Allah.

Demikian pula nasib kaum Ashab Al-Ukhdudd sebagaimana tersurat dalam QS Alburuuj: 4-9. Ashab Al-Ukhdud adalah sebuah kaum yang menggali parit dan menolak beriman kepada Allah, termasuk rajanya. Pelanggaran yang dilakukan kaum ini, menceburkan sekelompok orang beriman ke dalam parit yang telah dibakar, termasuk seorang wanita yanga tengah menggendong seorang bayi.Karena itu, Allah SWT mengutuk kaum ini dalam kebakaran hebat yang membinasakan.
BERSAMBUNG...


Sumber: https://primavardhana.wordpress.com/2015/01/30/negeri-negeri-yang-dihancurkan-allah/

Negeri-Negeri yang Dilaknat Allah SWT (1)


DALAM kitab suci Al-Quran Surah At-Taubah ayat 70, Allah SWT berfirman, “Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi mereka lah yang menganiaya diri mereka sendiri”.

Berpijak pada Surat At-Taubah tersebut, sesungguhnya Allah SWT telah memfirmankan bahwa sebelum dan sesudah pemusnahan kaum Nabi Luth, sesungguhnya sudah banyak azabAllah SWT dijatuhkan terhadap sebuah kaum yang telah melakukan pelanggaran ketetapan Allah. Misalnya, terhadap kaum Nabi Nuh, ‘Aad, Tsamud, kaum Nabi Ibrahim, penduduk Madyan, dan penduduk negeri-negeri lainnya sebelum Allah menurunkan azab bagi kaum Nabi Luth.

Penyebab kehancuran kaum dan negeri-negeri itu semuanya sama. Mayoritas kaum tersebut melanggar dan mengingkari pesan atau ajaran-ajaran suci, yang dibawah dan diajarkan pada para utusan Allah, nabi-nabi dan Rasul. Mereka tidak hanya mengabaikan pesan suci itu, tapi juga berusaha melakukan perbuatan keji terhadap para pembawa pesan dan para pengikutnya. Para pembawa pesan suci tersebut biasanya dituduh dan difitnah sebagai “pembohong, tukang sihir, atau orang sakit gila” yang harus diusir dari negeri tempatnya berdakwah.

Semua hal yang diinginkan para nabi pada kaumnya, hanyalah sebuah kepatuhan kepada Allah sebagai pencipta alam dan mahluknya. Para utusan Allah itu tidak meminta uang ataupun berbagai keuntungan dunia lainnya sebagai balasan. Mereka juga tidak berusaha memaksakan ajaran sucinya terhadap para kaumnya. Yang mereka inginkan hayalah mengajak kaum mereka kepada agama yang haq, dan bahwa mereka seharusnya memulai sebuah jalan hidup yang berbeda bersama dengan para pengikutnya terpisah dari masyarkat.

Kisah penghancuran sebuah kaum oleh azab Allah SWT dalam Al-Quran yang sangat mengerikan dialami kaum Nabi Syuaib As di negeri Madyan. Azab dijatuhkan sebagai akibat dari sikap tidak jujur masyarakat Madyan dalam berniaga. Itu tercermin dari isi QS. Hud : 84 yang berbunyi, “Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka Syu’aib, Ia berkata: “Hai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan selain Dia. Dan jaganlah kamu kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu) dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab yang membinasakan (kiamat)”.

Namun, penduduk Madyan beranggapan, mengurangi timbangan adalah salah satu bentuk kelihaian dan kepandaian dalam jual-beli. Juga, bentuk kecerdikan dalam mengambil dan membeli. Karena itu, Nabi Syuaib mengingatkan, bahwa hal tersebut merupakan hal yang hina dan termasuk pencurian. Perilaku itu jika diteruskan niscaya akan mendatangkan azab yang tidak akan dapat dihindari oleh sebuah kaum, sebagaimana isi QS. Hud :85 yang berbunyi, “Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan”.

Ironisnya, semua petunjuk Nabi Syuaib itu ditentang oleh kaumnya, bahkan berbalik menjadi menyerang. Sehingga Allah SWT mewahyukan kepada beliau agar keluar bersama orang-orang mukmin dari negeri Madyan. Saat perintah itu dilaksanakan Nabi Syuaib bersama para pengikutnya, maka datanglah azab Allah SWT sebagaimana tercermin dalam QS. Hud : 94-95 yang bunyinya, “Dan tatkala datang azab Kami (Allah). Kami selamatkan Syuaib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang lalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya. Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, kebinasaan bagi penduduk Madyan sebagaimana kaum Tsamud telah binasa”.

NEGERI KAUM NUH
Nasib sama dialami kaum Nabi Nuh As. Azab yang datang berupa banjir sangat dahsyat. Banjir Nuh adalah salah satu dari sekian banyak contoh kisah-kisah kaum pendosa yang paling banyak diuraikan dalam Al-Qur’an dan Injil. Tidak hanya kaumnya yang menjadi kurban, tapi istri dan dua anak nabi juga tertima azab. Ditenggelamkan dalam banjir dengan proses kematian yang sangat menderita.
Nabi Nuh diutus untuk mengingatkan umatnya yang telah meninggalkan ayat-ayat Allah dan menyekutukanNya, dan menegaskan kepada mereka untuk hanya menyembah Allah saja dan berhenti dari sikap pembangkangan. Ironisnya nasehat dan ajaran yang diberikan nabi yang mendapat gelar Nabi Allah atau Abdussyakur yang artinya “hamba (Allah) yang banyak bersyukur” itu selalu saja ditentang dan ditolak kaumnya, dengan tetap melakukan kemusrikan.

Pahitnya azab bagi kaum Nabi Nuh, dilukiskan dengan jelas dalam QS. Al-Mukminun : 23-26 yang bunyinya, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Lalu ia berkata “Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepadaNya)?”. Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar seruan (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu. Ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu. Nuh berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku”.

Studi arkeologis, geologis, dan studi historis menunjukkan, bahwa insiden tersebut terjadi dengan cara yang sangat mirip dan berhubungan dengan informasi dalam Al-Quran dan Injil Kitab Perjanjian Lama. Banjir tersebut digambarkan hampir mirip di dalam beberapa rekaman atas peradaban-pertadaban masa lalu di dalam banyak dokumen sejarah, meski ciri-ciri dan nama-nama tempat bervariasi. Misalnya, dalam rekaman sejarah Sumeria dan Assiria-Babilonia, legenda-legenda Yunani, Shatapatha, Brahmana serta epik-epik dalam Mahabarata dari India, beberapa legenda dari Welsh di British Isles, legenda Nordic Edda, leganda Lituania, dan bahkan dalam cerita rakyat dari Negeri Cina.

Azab Allah SWT berupa banjir tak hanya dialami kaum Nabi Nuh, tapi juga dirasakan kaum Nabi Sulaiman As. Kaum yang mengalami azab itu adalah kaum Saba’, yang diperkirakan hidup sekitar 1000-750 SM dan hancur sekitar 550 M, setelah melalui penyerangan selama dua abad dari Persia dan Arab. Masa keberadaan dari peradaban Saba menjadi pokok pembiacaran dari banyak diskusi. Kaum Saba mulai mencatat kegiatan pemerintahannya sekitar 600 SM.

Ibukota dari Saba adalah Ma’rib yang sangat makmur, berkat letak geografisnya yang sangat menguntungkan. Ibukota ini sangat dekat dengan Sungai Adhanah. Titik dimana sungai bertemu Jabal Balaq sangatlah tepat untuk membangun sebuah bendungan. Dengan memanfaatkan keadaan alam ini, kaum Saba membangun sebuah bendungan di tempat dimana peradaban mereka pertama kali berdiri, dan sistem pengairan merekapun dimulai. Mereka benar-benarr mencapai tingkat kemakmuran yang sangat tingi. Penulis Yunani bernama Pliny yang telah mengunjungi daerah ini sangat memujinya. Dia menyebutkan betapa menghijaunya kawasan ini.

Kaum Saba merupakan satu diantara empat peradaban besar yang hidup di Arabia Selatan. Al Qur’an menceritakan, bahwa Ratu Saba dan kaumnya menyembah matahari selain menyembah Allah, sebelum menjadi pengikuti Nabi Sulaiman As. Di dalam Al-Qur’an, hukuman yang dikirimkan pada kaum Saba dinamakan Sail al-Arim, yang berarti “banjir Arim”. Ungkapan yang digunakan dalam Al-Qur’an juga menceritakan kepada kita bagaimana bencana ini terjadi. Kata “Arim” berarti bendungan atau rintangan. Ungkapan Sail al-Arim, menggambarkan sebuah banjir yang datang bersamaan dengan runtuhnya bendungan.

Setelah bencana banjir Arim, daerah tersebut mulai berubah menjadi padang pasir dan kaum Saba kehilangan sumber pendapaan mereka yang paling penting dari musnahnya lahan pertanian. Kaum yang tidak mengindahkan seruan Allah untuk beriman kepada-Nya dan bersyukur kepada-Nya, akhirnya diazab dengan sebuah bencana. Setelah penghancuran tersebut, kaum Saba mulai terpecah-belah. Banyak yang meninggalkan rumah-rumah mereka dan berpindah ke Arabia Selatan, Makkah dan Syria. Dikarenakan banjir ini terjadi setelah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, maka peristiwa banjir Arim hanya disebutkan dalam Al Qur’an.

Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasan Allah) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan kiri sebagaimana tersurat dalam QS Saba’ 15-17 yang bunyinya: “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun-kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir”.
BERSAMBUNG


Sumber: https://primavardhana.wordpress.com/2015/01/30/negeri-negeri-yang-dihancurkan-allah/

Game 'Pokemon Go' Rusak Kesucian Masjidil Haram

Written By habarborneo | Friday, 29 July 2016


Tempat paling suci milik umat Islam pun tak terhindarkan dari para pemain game 'Pokemon Go'. Game online ini didapati menggunakan Ka'bah sebagai salah satu bagian permainannya, serta lokasi pengumpulan yang ditemukan di gerbang Masjidil Haram.

Seperti dilansir Arabnews, berbagai pendapat menyatakan permainan ini tidak menghargai kesucian Masjidil Haram secara khusus atau masjid-masjid lainnya secara umum.

Dimana beberapa karakter ditemukan berada di dalam masjid, serta dapat memantau atau mengarahkan para penggunanya ke sana untuk menangkap gambar tertentu.

Syaikh Abdullah al-Munea, seorang anggota Dewan Ulama Senior, mengatakan bahwa permainan ini merupakan ancaman keamanan nasional karena bertujuan untuk mengungkap lokasi rahasia, yang bisa dianggap sebagai bentuk pengkhianatan.

Ketika dilakukan penelusuran di Mekkah, ditemukan sebuah ajang pertempuran Pokémon yang mengambil lokasi di atas Ka'bah.

Sementara di sekitar mataf baru, ada 5 pemain sedang bermain, dan jumlah ini mungkin akan meningkat. Icon pengumpulan hadiah dan karakter juga mengambil tempat di depan gerbang masjid suci umat Islam tersebut.

Anggota Dewan Syura Syaikh Issa Al-Ghaith, sehubungan dengan ditemukannya karakter Pokemon di Ka'bah, memainkan tanpa perlu bergerak di dekatnya atau hal lainnya, mengatakan bahwa "secara umum, saya tidak berpikir ada sesuatu yang 'haram' dari hal seperti itu".

Sementara menurut Nawaf Shaheen, seorang ahli game, Pokemon Go menggunakan bank data dari game lain yang disebut Ingress. Tempat-tempat penting di suatu kota akan ditentukan oleh pemain.

Menurutnya banyak orang yang belum memahami apa yang ada di dalam game itu beserta kontennya.

Beberapa orang bahkan percaya jika game ini termasuk "konspirasi" yang menarget umat Muslim dan Islam.

Suhaib Khairallah, seorang ahli teknologi dan anggota mitra Microsoft Saudia, menyatakan bahwa "Pokemon Go (resmi) belum tersedia di Saudi atau negara Arab lainnya. Bagaimana bisa menargetkan Muslim?"

Menurut Suhaib, banyak karakter atau icon ditemukan di masjid-masjid, pasar dan restoran karena permainan diatur untuk lokasi dimana banyak orang yang ditemukan. Para pengguna akan terhubung satu sama lain melalui Google map.

Situs Mashable mengungkap bahwa perancang Pokémon Go telah menggunakan data dari sebuah game tua bernama Ingress yang menuntut pemain agar menunjukkan fitur penting di kota-kota mereka.

Para pemain telah memberikan 15 juta lokasi, dimana 5 jutanya digunakan oleh Pokemon Go. Termasuk tempat-tempat ibadah dan tempat suci.

Sumber: Risalah

Luwak White Coffee mengandung Lemak Babi???

Written By habarborneo | Tuesday, 7 July 2015


Zuher > "UMAT BERTANYA ISLAM MENJAWAB"
Artikel dan Issue ini kami
langsung kopas bulat-bulat dari
sebuah akun Facebook dengan nama berbahasa Arab, ﻦﻴﻔﺛ ﺪﻤﺤﻣ ﻯﺭﺄﺛ.
Assalamualaikum cinta…
Bukan maksudku memfitnah
produk tapi hati2 lah..
Karna sesungguhnya yg halal
itu jelas dan yg harom itu jelas’ maka perkara yg di
ragukan adlh syubhat. maka
tinggalkanlah…
Kode E471 di bungkus bagian
belakang.


Berikut ini ane sampaikan mengenai kode makanan
(positif mengandung lemak
babi) yg terdapat di dalam
produk-produk makanan,
terutama yg berasal dari
perusahaan multinasional ( ane copas dari pcboxsearch.com ). Banyak dari bahan-bahan
tersebut dituliskan dengan
istilah ilmiah, namun ada juga
beberapa yang dituliskan dalam
bentuk matematis seperti
E-904, E-141. Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan
bentuk matematis, dia
penasaran lalu menanyakan
kode matematis tersebut kepada
orang Prancis yang berwenang
dalam bidang itu. Orang Prancis menjawab,
Kerjakan saja tugasmu, dan
jangan banyak tanya …!
Jawaban itu, semakin
menimbulkan kecurigaan Sahib,
lalu ia pun mulai mencari tahu kode matematis dalam
dokumen yang ada. Ternyata,
apa yang dia temukan cukup
mengagetkan kaum muslimin
dunia.


Hampir di seluruh negara bagian ba Kode diawali dengan
E ? CODES,E-INGREDIENTS,
ini terdapat dalam produk
perusahaan mutinasional,
antara lain : pasta gigi, pemen
karet, cokelat, gula2, biskuit, makanan kaleng, buah2an
kaleng, dan beberapa
multivitamin serta masih
banyak lagi jenis makanan &
obat2an lainnya.


Karena itu, saya mohon kepada sesama muslim dimana pun,
untuk memeriksa secara
seksama bahan2 produk yang
akan kita konsumsi dan
mencocokannya dengan daftar
kode E-CODES, berikut ini karena produk dengan kode-
kode di bawah ini, positif
mengandung lemak babi : E100,
E110, E120, E-140, E141, E153,
E210, E213, E214, E216, E234,
E252,E270, E280, E325, E326, E327, E337, E422,
E430, E431, E432, E433,
E434, E435, E436, E440,
E470, E471, E472, E473,
E474, E475, E476, E477,
E478, E481, E482,E483, E491, E492, E493, E494, E495,
E542, E570, E572, E631,
E635, E904.
Adalah tanggungjawab kita
bersama untuk mengikuti
syari’at Islam dan juga memberitahukan informasi ini
kepada sesama muslim lainnya.
Semoga manfaat,, Wallahu
a’lam....

MUSLIM PAKAI SALIB?! (SALAH KAPRAH PENGGEMAR BOLA – PICS)

Written By habarborneo | Thursday, 2 July 2015


Pemuka agama di dua negara bagian Malaysia melarang umat Muslim di Negeri Jiran mengenakan kaos klub sepakbola Manchester United (MU). Pasalnya, gambar “setan merah” di kaos MU terlarang dalam ajaran Islam.
Dewan Keagamaan Johor dan Mufti negara bagian Perak menjelaskan bahwa gambar salib, minuman beralkohol, dan setan di kaos-kaos klub sepakbola merupakan penghinaan terhadap Allah dan tidak seharusnya dipakai oleh umat Muslim.

Kaos sepakbola lain yang dinyatakan tidak bisa diterima dalam Islam adalah kaos tim Brazil, Portugal, Serbia, Barcelona, dan Norwegia karena semua kaos tersebut mengandung unsur salib.
“Tidak ada alasan apapun yang bisa digunakan untuk memakai pakaian seperti itu, karena itu berarti, sebagai seorang muslim, kalian mengidolakan simbol agama lain,” kata Datuk Nooh Gadot, Mufti Johor, seperti dikutip VIVAnews dari laman Telegraph, Senin (20/7). “Dalam urusan ini, tidak ada yang bisa dikompromikan dengan alasan untuk hiburan, fashion, atau bahkan olahraga,” kata Nooh.
Mufti Perak, Tan Sri Harussani Zakaria, mengatakan bahwa umat Muslim yang mengenakan kaos sepakbola tersebut berarti melangkah di jalan dosa. Ini karena, kata Harussani, orang yang mengenakan kaos yang mengandung simbol kepercayaan berbeda lebih memprioritaskan agama itu dibanding agama Islam.
Peringatan tersebut menimbulkan berbagai reaksi dari fans MU di Malaysia. “Sebentar lagi pasti mereka (ulama) akan menyarankan untuk mengganti simbol aritmatika seperti tanda “+” dan “x” karena simbol-simbol itu tidak halal,” kata seorang fans MU di situs fans.
Manchester United sendiri merupakan klub paling populer di negara mayoritas Muslim tersebut. Dalam tur MU tahun lalu ke Malaysia, dua pertandingan MU kontra tim Malaysia XI digelar di hadapan sekitar 40 ribu penonton.
MU sendiri pada Maret lalu menandatangani kontrak kemitraan lima tahun dengan perusahaan telekomunikasi Telekom Malaysia. Kontrak tersebut semakin menegaskan bahwa MU adalah tim sepakbola paling digemari di Malaysia.
Reputasi Malaysia sebagai negara Muslim moderat dan progresif tahun ini merosot menyusul pengeboman sejumlah gereja pada Januari lalu dan hukuman cambuk pada tiga perempuan Muslim karena dugaan zina pada Februari lalu.
(tvone.co.id)
Orang-orang Malaysia pendukung klub itu menyatakan kemarahan terhadap larangan tersebut yang termuat di websites fans. (aa/montrealgazette).
Coba perhatikan gambar logo tim berikut ini:
Gambar Salib pada Logo Klub Barcelona
Gambar Salib pada Logo Klub AC Milan
Gambar Setan Merah pada Logo Klub Manchester United
Gambar Salib pada Logo Timnas Brazil
Gambar Salib pada Logo Timnas Portugal
Gambar Salib pada Kaos intermilan
Sebagai seorang muslim sudah sepatutnya tidak memakai gambar yang mencerminkan kepercayaan lain, semoga bisa mengubah paradigma anda.

Hukum Memakai Kaos Bola Bertuliskan Nama Orang Kafir
Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan
Asy Syaikh ditanya tentang memakai baju yang dipakai orang-orang kafir di mana di bagian punggungnya terdapat nama olahragawan (pemain bola) kafir tanpa meniatkan tasyabbuh (meniru kebiasaan) mereka. Maka beliau menjawab:
“Perbuatan ini termasuk pengagungan terhadap orang kafir. Selama ia memakai baju yang terdapat nama orang kafir atau gambarnya, maka ini termasuk pengagungan terhadap orang kafir. Tidak diperbolehkan. Minimal hukumnya adalah haram. Dan apabila ia memang berniat mengagungkannya, dikhawatirkan ia jatuh dalam kemurtadan.
Ini adalah bentuk pengagungan terhadap orang kafir. Selama dia memakai baju yang ada nama atau gambar orang kafir maka ini adalah bentuk pengagungan padanya. Maka ini tidak diperbolehkan. Paling sedikit hukumnya adalah haram. Apabila dia mengagungkan orang kafir tersebut maka dikawatirkan dia jatuh pada kemurtadan. Na’am.
Teks Arab:
يقول فضيلة الشيخ وفقكم الله : الذي يلبس ما يلبسه الكفار ويكون على ظهره في لباسه اسم لا عب كافر ولا ينوي التشبه بذلك أو بهم ؟
العلامة صالح الفوزان حفظه الله :
هذا تعظيم للكافر ، مادام يلبس الثوب الذي عليه اسم الكافر أو صورته هذا تعظيم للكافر ، فلا يجوز هذا أقل أحواله أنه محرم ، وإن كان يعظمه يخشى على ردته . نعم

Incar Umat Muslim, Real Madrid Hapus Salib dari Logo Kesebelasan

MADRID, SPANYOL (voa-islam.com) – Klub sepakbola ternama Spanyol, Real Madrid, telah memutuskan untuk melakukan perubahan pada logo klub tersebut, menyingkirkan salib, yang hadir pada lambang klub sepakbola tersebut selama hampir satu abad, Rusia Today melaporkan.
Pergantian merk ini diperlukan untuk memperkuat popularitas Real kalangan pecinta sepakbola Muslim di Eropa dan Timur Tengah.
Surat kabar Marca Spanyol yang mengutip sumber dalam pemerintahan klub tersebut  mengatakan bahwa langkah itu bertujuan untuk “menghindari segala bentuk kesalahpahaman dan konflik di daerah di mana mayoritas penduduknya adalah Muslim”.
“Ini adalah langkah yang menentukan dan strategis yang akan meningkatkan kekuatan lembaga ini di Timur Tengah dan Asia, wilayah kunci di mana semangat untuk klub ini telah jelas,” kata klub Spanyol tersebut.
..sumber dalam pemerintahan klub tersebut  mengatakan bahwa langkah itu bertujuan untuk “menghindari segala bentuk kesalahpahaman dan konflik di daerah di mana mayoritas penduduknya adalah Muslim..
“Real Madrid dan Pemerintah Ras al-Khaimah ingin mengirimkan gairah Real Madrid dan apa artinya keseluruh dunia.”
Penghapusan salib bertepatan dengan Real Madrid memulai pembangunan sebuah resor wisata olahraga senilai 1 miliar dolar AS (-+Rp 9 trilyun) di Uni Emirat Arab, yang akan menjadi yang pertama di dunia taman bertema gabungan pariwisata dan olehraga di sebuah pulau buatan.
Simbol Kristen tersebut muncul di belakang lambang Real Madrid pada tahun 1920 ketika Raja Alfonso XIII memberikan hak perlindungan kerajaan untuk klub itu.
Dengan mengubah lambang itu, Los Blancos mengikuti jejak musuh abadi mereka, FC Barcelona, yang juga harus berpisah dengan salib di logo mereka untuk menyenangkan sponsor mereka dari yang berasal Qatar. (by/rt)

Biksu Hedonis Jadi Viral di Media Sosial

Written By habarborneo | Monday, 25 May 2015


Selama ini bikshu dikenal sebagai sosok rahib yang anti dunia, vegetarian dalam makanan, tidak menikah, serta hanya mementingkan kehidupan akhirat. Namun, sejumlah foto yang memperlihatkan bagaimana oknum-oknum bikshu menikmati kemewahan menjadi viral di media sosial.
(fimadani)

Astagfirullah! Beginikah cerminan pelajar saat ini?

Written By habarborneo | Thursday, 7 May 2015


Guru adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Seharusnya, seorang guru itu dimuliakan dan dihormati supaya ilmu yang diajarkan melekat dan berguna bagi kita.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang siswi yang mengenakan seragam SMP ini menjadi perdebatan dan mengundang amarah dari para netizen.

Seperti terlihat dalam foto, pertama si cewek SMP ini seperti ingin menembakkan dasinya kepada gurunya.

Pada foto kedua, si cewek kembali menunjukkan sikap tidak hormat kepada gurunya, yaitu dengan mengancam seperti ingin memukul dengan tangan terkepal.

Pada foto ketiga juga sikapnya masih tetap tidak hormat, seperti ingin mengancam gurunya yang duduk diam di sebuah kursi dan di depannya ada meja.

Pada foto keempat, sikap paling kurang ajar dari cewek SMP ini semakin terlihat, yaitu dengan ‘memant*ti’ gurunya.
Pertanyaannya, pantaskah kita berlaku seperti ini kepada guru yang telah mengajarkan kita ilmu? Dari kita tidak tahu menjadi tahu? Dari kita bodoh menjadi pintar?

Tolong bantu Share artikel ini, supaya kita semua lebih bisa menghargai dan menghormati guru. Guru adalah pekerjaan yang menuntut tanggungjawab tinggi namun terkadang gaji yang didapatkan tidak seberapa. Masihkah kita menambah beban mereka dengan sikap seperti ini? [Sumber: Sebarkanlah.com]

Gelar Khalifatullah ditiadakan dan Assalamu'alaikum Dilarang, Ada Apa Dengan Sri Sultan ?


Sejumlah keluarga Keraton Yogyakarta melakukan ziara ke makam raja-raja Mataram di Imogiri Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu, 6 Mei 2015. Langkah ini dimaksudkan untuk menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Kami sangat prihatin dengan sabda raja maka saya dan kerabat Keraton Yogya yang tinggal di luar kota Yogya menggelar ziarah," ujar salah seorang adik Sultan Hamengku Buwono X, GBPH Prabukusumo.

Menurut Prabu, tindakan Sultan menerbitkan sabda raja sudah melenceng dari nilai leluhur di Paugeran Keraton Yogyakarta. Salah satu yang paling kontroversial adalah penghilangan gelar Khalifatullah dan tidak boleh menggunakan kata "Assalamualaikum" di Keraton Yogyakarta.

"Keluarga berharap Sri Sultan mencabut sabda raja yang melenceng dari Paugeran itu," terangnya.

Guna menyikapi polemik sabda raja tersebut di tingkatan masyarakat, pada Kamis, 7 Mei 2015,  Gusti Prabu mengaku akan menggelar kegiatan untuk menampung aspirasi masyarakat Yogyakarta secara luas di rumahnya. Kegiatan itu akan dilangsungkan mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

"Silakan masyarakat menyampaikan aspirasinya. Semua akan ditampung," katanya.[viva/islamedia/YL]

Kiamat Memang Sudah Sedemikian Dekat, Ramalan Rasulullah Tentang Orang Berzina Di Jalanan Sudah Terjadi

Written By habarborneo | Monday, 6 April 2015


Dua mahasiswa ini mungkin sudah tak sanggup lagi menunggu hingga tiba di kamar kost mereka. Trotoar jalan jadi sasaran untuk melampiaskan syahwat.

Dua mahasiswa Hong Kong terkenal mendadak. Sayangnya, untuk alasan yang salah. Menurut media Coconut Hong Kong, kedua mahasiswa tersebut terekam kamera saat melampiaskan syahwat dipinggir jalan raya, dekat halte bus Ho Man Tin's, di Fat Kwong Street, Hong Kong, pada Rabu (1/4) sekitar pukul 4 pagi waktu setempat.



Rekaman tersebut diunggah ke media sosial dan segera meluas. Di rekaman yang berdurasi selama 97 detik tersebut tampak kedua pasangan yang tengah asyik masyuk itu mengambil posisi bergantian. Keduanya dilaporkan tak berhenti melakukan perbuatannya selama 45 menit hingga polisi tiba.

Pria tersebut ditangkap karena melakukan perbuatan tak pantas di wilayah publik. Menurut penjelasan polisi sebagaimana dilansir South China Morning Post, pria ini baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 19 bersama sang pacar di sebuah bar. Ia berniat mengantarkan sang pacar pulang, namun tuntutan syahwatnya ternyata tak bisa ditahan lebih lama. Maka trotoar jadi tempat sasaran.



Sumber: rimanews

Runtuhnya Ka’bah di Akhir Zaman

Written By habarborneo | Sunday, 6 July 2014


BANYAK riwayat yang menguatkan tentang akan runtuhnya Ka’bah di akhir zaman. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ka’bah akan diruntuhkan oleh seorang yang berkaki bengkok berkebangsaan Habasyah.”

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah melakukan thawaf di Baitullah semampu kalian sebelum kalian dihalangi untuk melakukannya, seolah-olah aku melihatnya sedang melakukan hal tersebut. Tanda-tandanya: berkepala dan bertelinga kecil, dia menghancurkan Ka’bah dengan beliungnya.”

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tandanya orang tersebut berkulit hitam, kakinya bengkok (seperti letter O), dia meruntuhkan batu dinding Ka’bah satu per satu.”

Diriwayatkan dari Sa’id bin Sam’an radhiallahu ‘anhu, bahwa dia mendengar Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bercerita kepada Abu Qatadah radhiallahu ‘anhu, bahwa sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seorang laki-laki (Imam Mahdi) akan dibai’at di antara sudut (tempat Hajar Aswad) dan Maqam Ibrahim, dan Ka’bah tidak akan dirusak kehormatannya melainkan oleh orang Arab sendiri, dan bila mereka telah merusak kehormatan Ka’bah, maka itulah saatnya kehancuran bangsa Arab, kemudian datang orang-orang Habasyah meruntuhkan Ka’bah yang setelah itu tak pernah dibangun kembali selama-lamanya, dan merekalah yang menggali harta yang terpendam di dalamnya.”

Hadis di atas tidak bertentangan dengan hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sebuah pasukan hendak menyerang Ka’bah, hingga ketika mereka berada di sebuah padang pasir, semua pasukan ditenggelamkan Allah Subhanahu wa Ta’ala ke dalam bumi.”

Ibnu Hajar dalam bukunya “Fath al-Bari” dalam bab: runtuhnya Ka’bah, berkata: “Hadis-hadis di atas menjelaskan akan terjadinya penyerangan terhadap Ka’bah. Penyerang pertama dimusnahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebelum mereka sampai ke Ka’bah, dan penyerangan kedua dibiarkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, sepertinya penyerang yang dimusnahkan terjadi lebih awal.”

Dan jangan sampai timbul pertanyaan: Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menggagalkan penyerangan tentara bergajah terhadap Ka’bah padahal saat itu Ka’bah belum menjadi kiblatnya umat Islam, maka mana mungkin Allah Subhanahu wa Ta’ala membiarkan bangsa Habasyah menghancurkannya setelah Ka’bah menjadi kiblatnya umat Islam?

Pertanyaan ini tak akan muncul, andai dijelaskan bahwa peristiwa runtuhnya Ka’bah akan terjadi nanti di akhir zaman menjelang kiamat terjadi. Di waktu itu tidak ada seorang pun di permukaan bumi yang mengucapkan, “Allah! Allah”, seperti yang disebutkan dalam shahih Muslim: “Kiamat tidak akan terjadi hingga tidak ada lagi orang yang mengucapkan, “Allah! Allah.” [Sumber: Sejarah Kota Mekah oleh Syaikh Syaifurrahman Mubarakfury]

Gara-gara Berekor Seperti Monyet, Bocah India di Punjab Disembah-sembah

Written By habarborneo | Saturday, 21 June 2014


Sebuah berita yang unik berkaitan dengan kebudayaan syirik kembali muncul di daerah Punjab, India. Layaknya Ponari dari Jombang, seorang bocah diagungkan gara-gara mempunyai fenomena unik di tubuhnya.

Seperti dikabarkan di Yahoo, Arshid Ali Khan, yang berusia 13 tahun ini memiliki ekor layaknya monyet. Penduduk setempat yang banyak memuja tokoh mitologi hindu berbentuk monyet pun mengagungkan bocah ini.


Rata-rata dari para pengunjung tersebut meminta izin Arshid yang belakangan mendapatkan julukan ‘Balaji’ untuk menyentuh ekornya tersebut dan berharap keinginan mereka dapat terwujud.
“Ekor ini adalah anugerah dari Tuhan. Aku disembah oleh orang-orang karena aku berdoa kepada Tuhan, dan semua doa orang-orang yang datang kepadaku terkabul,” kata Arshid santai.


Dari ekornya tersebut, Arshid mengaku dapat melayani sebanyak 20 hingga 30 orang setiap harinya yang ingin ‘menyembahnya’ pada musim libur sekolah atau hari Minggu.
[sksd/Yahoo]

Kondom Laris Manis di Hari Kelulusan SMA

Written By habarborneo | Friday, 23 May 2014


Sejak Minggu menjelang pengumuman kelulusan siswa SMA/SMK/MA, pembelian kondom di beberapa apotek di Kota Malang meningkat. Mayoritas pembelinya adalah anak muda.

Menurut seorang pemilik apotek di Kota Malang, yang enggan disebutkan namanya, sejak sehari sebelum pengumuman kelulusan, sudah banyak anak muda yang membeli kondom di apoteknya. “Kebiasaan ini terjadi hampir setiap menjelang kelulusan,” katanya, Senin .

Ia mengaku tidak tahu pasti untuk apa anak-anak muda itu membeli kondom. “Namun, kalau anak muda sudah beli kondom, ya mau dipakai apa lagi,” kata pemilik apotek di wilayah Jalan Pasar Besar ini.

Seorang karyawan apotek lain di wilayah Supriadi, Sukun, Kota Malang, juga mengakui ada peningkatan penjualan kondom. “Memang banyak yang beli, terutama hari Minggu kemarin,” ujar penjaga apotek itu. Ia juga tidak mau berspekulasi untuk apa anak-anak usia remaja itu membeli kondom.

Sementara itu, menurut pengakuan salah seorang siswa di sebuah SMKN di Kota Malang, Recky, beberapa siswa memang merayakan kelulusan dengan berhubungan intim bersama pacarnya. “Yang saya tahu, memang ada beberapa siswa yang melampiaskan kegembiraannya karena lulus dengan cara itu,” katanya seusai mengikuti konvoi di depan Stasiun Kota Baru, Kota Malang.

Menurut Recky, lokasi favorit untuk merayakan kelulusan adalah di Kota Batu karena di kota wisata tersebut banyak vila. “Tapi biasanya mereka melakukan dengan pacarnya sendiri,” katanya.
(fimadani)

10 NUBUWAH RASULULLAH SAW TENTANG FITNAH YANG MELANDA UMAT ISLAM DI AKHIR ZAMAN

Written By habarborneo | Tuesday, 20 May 2014


Rasulullah SAW sebagai khatamul anbiya' telah menubuwahkan fitnah besar yang akan melanda Umat manusia di akhir zaman. Untuk mengetahui apa dan bagaimana kita terhadap fitnah itu, kita akan menyimak 10 berita nubbuwah sebagai landasan, dengan harapan semoga memadai.

1.    Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

بَادِرُوا بِاْلأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا
“Segeralah kalian melakukan amal saleh, sebab akan terjadi fitnah besar bagaikan gelap malam yang sangat gulita. Ketika itu seseorang pada pagi hari mu'min, tiba-tiba pada sore berbalik kafir, atau pada sore masih beriman tiba-tiba pagi telah kafir, mereka menukar agama mereka dengan sedikit keuntungan dunia". (Shahih Muslim: 169)

Kandungan Hadits:
1)    Hadits Rasulullah SAW ini memerintahkan kepada kita agar segera melakukan amal shaleh tanpa tunda-tunda karena akan segera datang era fitnah.
2)    Nabi SaW mensifati dahsyatnya fitnah itu dengan ungkapan: “kaqithoil lailil mudzlim” seperti potongan-potongan kegelapan malam.
Apa artinya?
Artinya, fitnah itu akan sambung menyambung tidak kelihatan ujung pangkalnya, seperti sifat kegelapan malam yang tidak kelihatan batas ujung dan pangkalnya karena diselimuti oleh hitam pekatnya malam yang gelap. Kenyataan ini diinformasikan oleh Nabi SAW dalam hadits lain:
... وَتَجِيءُ فِتْنَةٌ فَيُرَقِّقُ بَعْضُهَا بَعْضًا وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ هَذِهِ مُهْلِكَتِي ثُمَّ تَنْكَشِفُ وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ هَذِهِ هَذِهِ
"Akan datang sebuah fitnah sebagiannya lebih ringan dari yang lain (maksudnya beratnya fitnah yang tengah menimpa akan dianggap lebih ringan bila dibandingkan dengan fitnah yang akan datang sesudahnya). Setelah itu datang fitnah lain, orang-orang mukmin berkata, 'barangkali fitnah inilah yang akan membinasakanku', Setelah hilang bencana tersebut, timbul pula bencana yang lain. Dan orang mukmin berkata, 'barangkali fitnah inilah yang akan membinasakanku' ... 'barangkali fitnah inilah yang akan membinasakanku',!" (Shahih Muslim: 3431)
3)    Dahsyatnya gelombang fitnah itu akan menghanyutkan iman siapapun (kecuali tentunya yang memiliki pegangan yang kokoh, urwatul wutsqo) yang digambarkan oleh Nabi SAW, pagi orang beriman sore sudah menjadi kafir. Sore masih beriman paginya sudah menjadi kafir.
4)    Bentuk dari kekafiran itu adalah mereka rela menjual agamanya untuk dunia (materi).

2.    Hudzaifah berkata:
كُنَّا عِنْدَ عُمَرَ فَقَالَ أَيُّكُمْ يَحْفَظُ حَدِيثَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْفِتْنَةِ كَمَا قَالَ قَالَ فَقُلْتُ أَنَا قَالَ إِنَّكَ لَجَرِيءٌ وَكَيْفَ قَالَ قَالَ قُلْتُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَنَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَجَارِهِ يُكَفِّرُهَا الصِّيَامُ وَالصَّلاَةُ وَالصَّدَقَةُ وَاْلأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيُ عَنْ الْمُنْكَرِ فَقَالَ عُمَرُ لَيْسَ هَذَا أُرِيدُ إِنَّمَا أُرِيدُ الَّتِي تَمُوجُ كَمَوْجِ الْبَحْرِ قَالَ فَقُلْتُ مَا لَكَ وَلَهَا يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ إِنَّ بَيْنَكَ وَبَيْنَهَا بَابًا مُغْلَقًا قَالَ أَفَيُكْسَرُ الْبَابُ أَمْ يُفْتَحُ قَالَ قُلْتُ لاَ بَلْ يُكْسَرُ قَالَ ذَلِكَ أَحْرَى أَنْ لاَ يُغْلَقَ أَبَدًا
Kami berada di kediaman Umar lalu ia bertanya: Siapa diantara kalian yang hafal hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang fitnah seperti yang beliau sabdakan? Hudzaifah bin Al Yaman menjawab: Aku. Umar berkata: Sesungguhnya kau gegabah, apa yang beliau sampaikan? Aku (Hudzaifah bin Al Yaman) berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Fitnah seseorang terhadap keluarga, harta dan tetangganya yang (dosanya) bisa dihapus dengan shalat, sedekah, memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran." Umar berkata: Bukan itu yang aku maksud, tapi fitnah yang bergelombang layaknya samudera. Aku berkata: Kau tidak bermasalah dengannya wahai Amirul Mu`minin, sesungguhnya diantaramu dengan fitnah itu ada pintu yang tertutup. Umar bertanya: Apakah pintunya didobrak atau dibuka? Hudzaifah menjawab: Didobrak. Umar berkata: Kalau begitu layak tidak tertutup selamanya. (Shahih Bukhari: 494; Shahih Muslim: 5150)

Kandungan Hadits:
1)    Menjelaskan tentang pemahaman makna fitnah yang difahami oleh para sahabat. Ada fitnah biasa, dan fitnah yang luar biasa. Fitnah biasa adalah sebagaimana diungkapkan oleh sahabat Hudzaifah Al-Yamani, bahwa:
"Fitnah seseorang terhadap keluarga, harta dan tetangganya yang (dosanya) bisa dihapus dengan shalat, sedekah, memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran."
2)    Sedangkan fitnah dengan arti luar biasa seperti diungkapkan sahabat Umar bin Khathab RA:
لَيْسَ هَذَا أُرِيدُ إِنَّمَا أُرِيدُ الَّتِي تَمُوجُ كَمَوْجِ الْبَحْرِ
"Bukan itu yang aku maksud, tapi fitnah yang laksana gelombang lautan".
3)    Menerangkan tentang gelombang fitnah yang kedua ini yang tidak dapat dibendung oleh siapapun.

3.    Hudzaifah bin al-Yamani, berkata:
كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنْ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ شَرٌّ قَالَ نَعَمْ فَقُلْتُ هَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَسْتَنُّونَ بِغَيْرِ سُنَّتِي وَيَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ فَقُلْتُ هَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا قَالَ نَعَمْ قَوْمٌ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَمَا تَرَى إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ فَقُلْتُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلاَ إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ عَلَى أَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ
"Biasanya orang-orang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang kebajikan. Namun justru saya bertanya kepada beliau tentang kejahatan, karena saya khawatir akan menimpaku. Lalu saya bertanya, "Wahai Rasulullah! Kami dahulu berada dalam kejahilan dan kejahatan, karena itu Allah Ta'ala menurunkan kebaikan (agama) ini kepada kami. Mungkinkah sesudah ini timbul lagi kejahatan?" beliau menjawab: "Ya." Saya bertanya lagi, "Apakah setelah itu ada lagi kebaikan?" beliau menjawab: "Ya, akan tetapi ada cacatnya! saya bertanya, "Apa cacatnya?" Beliau bersabda: "Kaum yang bersunnah dengan selain sunnahku, dan berpetunjuk bukan dengan hidayahku, kamu tahu mereka tapi kamu ingkari." Saya bertanya, "Apakah setelah itu akan ada kejahatan lagi?" Jawab beliau: "Ya. Yaitu orang-orang yang menyeru menuju neraka Jahannam, barangsiapa memenuhi seruannya maka ia akan dilemparkan ke dalam neraka itu." Maka saya bertanya lagi, "Wahai Rasulullah! Tunjukanlah kepada kami ciri-ciri mereka." Beliau menjawab: "Baik. Kulit mereka seperti kulit kita dan berbicara dengan bahasa kita." Aku bertanya lagi, "Wahai Rasulullah, bagaimana petunjuk anda seandainya saya menemui hal yang demikian?" Jawab beliau: "Tetaplah kamu bersama jama'ah kaum muslimin dan imam (pemimpin) mereka." Saya bertanya lagi, "Jika tidak ada jama'ah dan imam?" beliau menjawab: "Tinggalkan semua kelompok meskipun kamu menggigit akar kayu sampai ajal menjemput, dan kamu masih tetap pada pendirianmu." (Shahih Bukhari: 3338, 6557; Shahih Muslim: 3434)

Kandungan Hadits:
1)    Hadits ini menginformasikan tentang siklus pergantian baik dan buruk yang akan terus berlangsung. Dari era jahiliyah ke era Islam, setelah era Islam ke era jahiliyah lagi. Setelah era jahiliyah ke era Islam lagi. Atau dari zaman buruk berubah ke zaman kebaikan, berubah lagi ke zaman keburukan, kemudian berubah ke zaman kebaikan dan seterusnya.
2)    Tentang ciri zaman atau perilaku keburukan, yaitu:
a.   Adanya dukhan, kabut, syubhat  yang menutup pandangan mata untuk melihat kebaikan. Kabut itu disebut dengan ”qoumun yastanuuna bighairi sunnati wayahduuna bighairi hadyi” "Kaum yang bersunnah selain bukan dengan sunnahku, dan memimpin bukan dengan hidayahku".
b.   Adanya du'atun 'ala abwabi jahannam yang dicirikan oleh rasul dengan "qoumun min jildatina wayatakal-lamuuna bialsinatina” orang-orang yang kulit mereka seperti kulit kita dan berbicara dengan bahasa kita."
3)    Petunjuk Nabi SAW dalam menyikapi era tersebut. Yaitu iltizam dengan jama'atul muslimin dan imam mereka. Dan kalau hal itu tidak ada, maka harus meninggalkan firqoh seluruhnya dan kokoh menggigit akar pohon kebenaran sampai mati.

4.    Dari Abu Umamah Al Bahili dari Rasulullah SAW bersabda:
لَيُنْقَضَنَّ عُرَى اْلإِسْلاَمِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلاَةُ
“Sendi-sendi Islam akan lepas satu demi satu, setiap satu sendi lepas manusia akan berpegang sekuatnya dengan berikutnya. Sendi yang akan pertama lepas adalah pemerintahan, dan yang terakhir adalah shalat”.( Musnad Ahmad:  21139)

Kandungan Hadits:
1)    Menginformasikan kepada kita bahwa Islam itu memiliki pilar-pilar yang menjadi penyokong kekuatan nilai Islam. Jejeran pilar Islam yang terdepan adalah al-hukm (pemerintahan) dan yang terakhir adalah sholat.
2)    Bila telah tiba eranya, pilar-pilar itu akan jebol satu demi satu, setiap kali pilar yang terdepan jebol, orang bertahan di pilar berikutnya. Ketika pilar berikutnya jebol juga, orang pindah bertahan di pilar berikutnya lagi. Demikian seterusnya, dan yang pertama akan jebol adalah pilar hukm dan terakhir adalah shalat.  

5.    Dari Abi Sa'id RA. Rasulullah SAW bersabda:
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
“Sungguh kamu akan mengikuti tradisi (sunnah) orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal sampai pun mereka masuk ke lobang biawak kamu akan ikut juga”. Sahabat bertanya: “Apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani ya Rasulullah?”  “Siapa lagi!”.  (Shahih Bukhari: 3197; Shahih Muslim: 4822; Musnad Ahmad: 7990)

Kandungan Hadits:
1)    Dalam hadits ini Rasulullah SAW menginformasikan kepada kita akan datang suatu era, umat Islam akan mengikuti “sunnah man qoblakum”, gaya hidup, life style orang-orang sebelumnya sejengkal demi sejengkal. Apapun bentuk gaya hidup itu akan diikuti dengan mata tertutup, sampai kalau mereka masuk mulut biawakpun, umat Islam akan mengikuti mereka. Bahkan dalam hadits lain disebutkan:
لَيَأْتِيَنَّ عَلَى أُمَّتِي مَا أَتَى عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ حَذْوَ النَّعْلِ بِالنَّعْلِ حَتَّى إِنْ كَانَ مِنْهُمْ مَنْ أَتَى أُمَّهُ عَلاَنِيَةً لَكَانَ فِي أُمَّتِي مَنْ يَصْنَعُ ذَلِكَ
"Pasti akan datang kepada ummatku, sesuatu yang telah datang pada bani Israil seperti sejajarnya sandal dengan sandal, sehingga apabila di antara mereka (bani Israil) ada orang yang menggauli ibu kandungnya sendiri secara terang terangan maka pasti di antara ummatku ada yang melakukan demikian". (at-Tirmidzi: 2565)

2)    Setiap umat Islam mengikuti sunnah mereka sejengkal, berarti mereka meninggalkan sunnah Islam sejengkal. Ketika umat Islam mengkuti sunnah mereka dua jengkal, berarti umat Islam meninggalkan sunnah Islam dua jengkal. Sehingga umat Islam berganti sunnah, dari sunnah Islam dengan sunnah selain Islam, yaitu sunnah biawak.
3)    Yang dimaksudkan orang-orang sebelum mereka itu adalah, orang Yahudi dan Nasrani.

6.    Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبًا مِنْ ثَلاَثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللهِ
"Belum akan terjadi kiamat sehingga dibangkitkan dajjal-dajjal, yaitu para pembohong yang jumlahnya hampir mencapai tigapuluh orang, semuanya mengaku sebagai Rasul Allah". (Mutafaqun 'Alaih)

Hadits-hadits di atas menginformasikan kepada kita bahwa:
1)   Fitnah dajjal adalah masalah terbesar sejak penciptaan Adam hingga terjadinya hari kiamat. Karenanya setiap nabi pasti mengingatkan umatnya tentang bahayanya fitnah terebut.
2)   Hakikat dajjal adalah ”kadzdzabun”, penipu atau pendusta. Tetapi ia senantiasa menggunakan baju pembawa dan pejuang kebenaran. Mereka mendakwakan diri sebagai nabi atau rasul. Tetapi mereka adalah nabi dan rasul palsu, karena Nabi SAW telah bersabda: ”laa nabiya ba’di”, tidak ada nabi sesudahku”. (Shahih Bukhari: 3196; Shahih Muslim: 3429, 4418, 4419; Sunan At-Tirmidzi: 2145, 3663, 3664; Sunan Abu Dawud 3710)
3)   Para dajjalun itu akan datang silih berganti, jumlahnya sangat banyak, Nabi SAW menyebut hingga 30 dajjal.
4)   Ciri-ciri lain dari dajjal adalah buta mata sebelah kanan, dan di jidatnya tertulis huruf K.F.R, kafir.
5)   Untuk selamat dari fitnah dajjal, kita diperintahkan untuk menghafal (menjaga) sepuluh ayat awal surah al-Kahfi dan sepuluh akhirnya. Dari sepuluh awal dan sepuluh akhir surah al-Kahfi ini kalau kita kaji lebih mendalam menunjukkan kepada kita tentang wajjah dajjal yang sesungguhnya, sebagaimana diterangkan dalam sepuluh awal ia menggunakan wajah spiritualis agamis. Sedangkan sepuluh akhir menunjukkan kepada kita wajah sekuler materialis.

7.    Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah SAW  bersabda:
بَدَأَ اْلإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
"Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasing."  (Shahih Muslim: 208)

Kandungan Hadits:
1)    Hadits di atas memberikan Informasi kepada kita bahwa dahulu Islam datang dengan keterasingan dan Islam akan terasing kembali seperti sediakala. Hal ini karena umat Islam mulai meninggalkan sunnahnya sendiri dan mengikuti sunnah orang lain, yaitu sunnah ghoirol Islam.
2)    Nabi SAW memberi ucapan selamat bahagia kepada orang asing di zaman yang asing itu.

8.    Dari Tsauban ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:
يُوشِكُ اْلأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى اْلأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
"Hampir-hampir bangsa-bangsa mengerubut kalian (umat Islam), layaknya memperebutkan makanan yang berada di mangkuk." Seorang laki-laki berkata, "Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?" beliau menjawab: "Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di genangan air. Sungguh Allah akan mencabut rasa takut kepada kalian, dan akan menanamkan ke dalam hati kalian Al wahn." Seseorang lalu berkata, "Wahai Rasulullah, apa itu Al wahn?" beliau menjawab: "Cinta dunia dan takut mati.( Sunan Abu Dawud: 3745; Musnad Ahmad: 21363)

9.    Dari Abdullah bin Umar dia berkata, Rasulullah SAW menghadapkan wajah ke kami dan bersabda:
يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلاَّ فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَاْلأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلاَفِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلاَّ أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلاَّ مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ وَلَوْلاَ الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلاَّ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلاَّ جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ
Wahai kaum Muhajirin, ada lima macam, jika kamu diuji dengan itu, dan lebih dahulu aku berlindung kepada Allah semoga kamu tidak mendapatinya.
Tidaklah fahisyah pada suatu kaum sehingga dilakukan secara terang-terangan, melainkan akan menjalar pada mereka wabah penyakit tho'un dan berbagai penyakit yang tidak pernah terjadi pada nenek moyang mereka dahulu.
dan tidak mengurangi takaran/ timbangan, melainkan terkena bencana kurangnya hasil bumi, dan berat pernghidupan sehari-hari dan kekejaman penguasa (pemerintah).
Tidak menahan pembayaran zakat, melainkan akan tertahan hujan dari langit, sehingga andaikan tidak ada ternak niscaya tidak akan turun hujan sama sekali.
Dan tidaklah menyalahi janji Allah dan rasul-Nya, melainkan akan didatangkan kepada mereka penjajah dari bangsa lain sehingga merampas sebagian hak milik dari tangan mereka.
Dan tidak menghukum pemimpin (pemerintah) mereka dengan selain kitab Allah, atau memilih-milih dalam kitab Allah yang ringan-ringan saja, melainkan Allah menjadikan kebinasaan mereka timbul dari mereka sendiri". (Sunan Ibnu Majah: 4009)

10. Rasulullah SAW bersabda:
بَادِرُوا بِاْلأَعْمَالِ سِتًّا إِمْرَةَ السُّفَهَاءِ وَكَثْرَةَ الشُّرَطِ وَبَيْعَ الْحُكْمِ وَاسْتِخْفَافًا بِالدَّمِ وَقَطِيعَةَ الرَّحِمِ وَنَشْوًا يَتَّخِذُونَ الْقُرْآنَ مَزَامِيرَ يُقَدِّمُونَهُ يُغَنِّيهِمْ وَإِنْ كَانَ أَقَلَّ مِنْهُمْ فِقْهًا
“Segeralah melakukan amal Saleh sebelum datangnya enam perkara: “Pengangkatan pemimpin-pemimpin yang bodoh, banyaknya jumlah polisi, jual beli jabatan, tidak ada penghargaan terhadap nyawa, pemutusan silaturahmi, orang-orang mabuk yang menjadikan al-Qur’an sebagai nyanyian, dimana mereka mendahulukan seseorang diantara mereka supaya mereka menyanyikannya, walau orang tersebut yang paling sedikit ilmunya”. (HR. Thabrani, Al-Jamiush Shaghir: 3120)


Informasi hadits-hadits 8,9, 10 adalah wabah-wabah penyakit yang menimpa umat Islam setelah fitnah melanda:

1)    Wabah Wahn, cinta dunia adan takut mati.
2)    Wabah Jahl. Bukan bodoh keduniaan tetapi bodoh terhadap agamanya.
3)    Wabah Fahisyah, yaitu segala bentuk kejahatan seperti, perzinahan, mabuk-mabukan dan narkotika, maling dan korupsi, dan lain sebagainya.
4)    Wabah curang dalam takaran dan timbangan. Penipuan dengan berbagai modusnya.
5)    Tidak mau membayar zakat. Wabah kekikiran  karena manusia sangat cintanya kepada dunia.
6)    Wabah pelanggaran perjanjian kepada Allah. Manusia sudah lupa bahwa mereka bahwa mereka diciptakan dan dikirim kedunia ini adalah untuk misi pengabdian kepada Allah SAW.
7)    Wabah penolakan hukum Allah. Dengan sombongnya manusia telah mengadopsi sikap ketakaburan Iblis laknatullah, dengan menolak hukum-hukum Allah karena merasa dirinya lebih hebat, lebih tahu.
8)    Wabah pemimpin-pemimpin bodoh. Ini menandakan masyarakatnya benar-benar bodoh. Karena apabila masarakat baik, pasti Allah mengirim pemimpin yang baik, apabila masarakat rusak, Allah juga akan kirim pemimpin yang rusak. Ada pepatah: rakyat yang mendamba seorang khalifah akan dapat khalifah, rakyat yang mendamba seorang raja tiran akan mendapat raja yang tiran.
9)    Wabah banyak polisi. Ini menandakan bahwa rasa aman tidak ada kerena kejahatan merajalela.
10) Jual beli hukum dan jabatan. Inilah hilangnya rasa amanat dan keadilan di dalam masarakat. Diganti dengan khianat dan kedzaliman. Siapapun yang punya koneksi, siapapun yang punya duit, ia bisa berbuat apa saja.
11) Wabah menganggap remeh urusan darah/ pembunuhan. Ini artinya nyawa tiada artinya. Masalah-masalah sepele dengan gampang terjadi bunuh membunuh.
12) Wabah pemutusan silaturahmi. Hubungan kekeluargaan semakin jauh karena sseseorang hanya melihat dari materi belaka.
13) Wabah belajar Al-Quran untuk dinyanyikan, bukan untuk diamalkan. Ini artinya dunia sudah akan kiamat.
14) Dll.

Popular Posts

Blog Archive

 
Support : Creating Website | jejakqhaq | Mewartakan Peristiwa Di Sekitar Kita
Copyright © 05-2014. JEJAK QHAQ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger